Warga Lontar Kota Serang Meninggal Karena Menahan Lapar?

0
1659

Serang, fesbukbantennews.com (21/4/2020) – Maraknya pemberitaan mengenai Yuli (43), seorang warga Kota Serang menjadi pertanyaan berbagai pihak. Ada yang menyebutkan karena menahan lapar, ada juga yang menyebutkan karena jantung.

Ikustrasi. (Gambar: jogja politan).

Saat dikonfirmasi perihal kejadian tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Hari Pamungkas mengatakan, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Singandaru. Kejadian bermula sekira pukul 14.30 saat Yuli tak sadarkan diri di kediamannya di Lontar Baru, Senin (20/4/2020).

Dia juga membantah bahwa Yuli meninggal karena kelaparan.” Yang pertama kami turut berbela sungkawa. Ya, betul meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas singandaru ” ujarnya.

Dugaan sementara, lanjut Hari, almarhumah meninggal karena serangan jantung. Namun hal ini pun belum bisa dipastikan

“Dugaan sementara karena posisi meninggal sudah dalam perjalanan ke puskesmas, kemudian melihat kondisi jenazah dan hasil wawancara dengan pihak keluarga dan memperhatikan riwayat kesehatan almarhumah dugaan faktor sudden death antara lain serangan jantung, ” Ujar Hari.

Menurut informasi yang diterima, lanjut hari, sesampainya di pusekesmas singandaru dokter setempat langsung memeriksa pasien.

” sampai sana (puskesmas singandaru,red) dokter periksa pasien sudah tidak bernafas, tidak ada denyut nadi dan refleks mata sudah hilang ” katanya.

” beberapa tindakan medis pun diambil, pompa jantung sampai tiga kali pengulangan namun tidak ada perubahan. Dokter sudah maksimal namun Allah berkehendak lain ” lanjutnya.

Namun, tambah hari, dokter belum bisa menyimpulkan pasien meninggal dunia disebabkan oleh penyakit tertentu.

” Dokter engga berani menyimpulkan sakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan diluar sepengetahuan dokter. Ditambah suaminya bilang almarhumah engga punya riwayat sakit apapun ” katanya.

Disinggung keterlambatan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam menangani dampak Virus Corona, Hari pun menerangkan bahwa pihak pemkot telah maksimal dalam merespons segala hal yang menyangkut masyarakat kota serang.

” Sebelumnya kan diberita rame keluarga almarhumah nahan lapar sampai minum air galon, keluarga almarhumah itu sudah terdata penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19, sabtu kemarin pihak pemkot sudah berikan bantuan itu ” ungkapnya.

” Pemkot Serang tanggung jawab untuk masyarakatnya, kami berupaya maksimal untuk kebutuhan masyarakat ” lanjutnya

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota serang ini pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam melawan penyebaran virus corona.

“Kami memiliki keterbatasan, kami butuh semua pihak, kami engga bisa kerja sendiri, butuh semua elemen untuk bekerjasama saling support. Jangan lagi ada saling menyalahkan, sama-sama kita lagi ikhtiar menyelesaikan masalah pandemi ini ” ucapnya.(LLJ).