Mata Katarak, Tinggal di Gubug Nyaris Ambruk , Nenek di Patia Pandeglang Pasrah

0
76

Pandeglang,fesbukbantennews.com (9/11/2022) – Kesenjangan sosial di Kabupaten Pandeglang terlihat jelas, soalnya Nenek Simot (70) warga Kampung Kebon Jaya, Desa Rahayu, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak huni atau reod. Nenek tersebut tinggal bersama cucunya dan juga menantunya, bahkan kondisi nenek tersebut memiliki penyakit katarak sehingga penglihatannya sudah kabur, atau tidak bisa melihat dengan jelas.

Nenek simot ,di rumahnya yang nyaris ambruk.

Ketua BPD Rahayu, Kecamatan Patia Saprudin membenarkan kondisi rumah nenek Simot tersebut. Soalnya, ukuran rumah enam kali lima meter tersebut sangat memprihatinkan, karena atap rumah banyak mengalami kebocoran.

“Sangat memprihatikan, rumahnya sangat tidak layak huni. Apalagi sekarang memasuki musim penghujan, nenek bersama cucu dan menantunya tersebut sering kebocoran, karena atap rumahnya sudah banyak yang bocor,” kata Saprudin, Selasa 8 November 2022.

Untuk itu, kata dia, pihaknya bersama warga akan mengumpulkan donasi untuk membangun rumahnya, karena selama ini Nenek Simot tersebut belum pernah mendapatkan bantuan terutama untuk pembangunan rumahnya.

“Sebenarnya tanahnya juga milik sendiri, tetapi belum pernah mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumahnya. Padahal, dulu juga sudah banyak yang moto-motomah tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun,” tuturnya.

Selian itu, kata dia, kondisi nenek tersebut penglihatannya sudah tidak normal, sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitasnya.

“Kami juga kasihan, kondisinya juga sudah memprihatinkan selain rumahnya yang sudah reod, penglihatannya juga sudah tidak normal,” tuturnya.

Sementara itu Sekdes Rahayu, Kecamatan Patia Abdulrohman mengatakan, pihaknya telah melakukan pengajuan ke Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang pada 2019, tetapi belum ada realisasinya.

“Kami sudah mengajukan proposalnya ke DPKPP, sampai saat ini tidak mendapatkan bantuan. Bahkan disini yang kondisi rumahnya seperti ma Simot tersebut, ada sekitar 20 rumah lagi dan kami sudah mengajukannya,” ujarnya.