Kejari Serang Musnahkan Barang Bukti Kasus Pidana, Dari Miras hingga Senjata Api

0
106

Serang, fesbukbantennews.com (20/7/2022) – Berbagai macam barang bukti kasus tindakan pidana umum dari mulai minuman keras, sabu, senjata tajam, peluru hingga rokok ilegal dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, di halaman kantor Kejari, Rabu (20/7/2022).

Sajam dan senpi tindak kejahatan dimusnakan di Halaman Kejari Serang .

Barang bukti kasus kejahatan hingga Juli 2022 itu dimusnahkan dengan cara dibakar, diblender dan dihancurkan dengan mesin potong.

Selain itu juga dimusnahkan ribuan motol miras, ratusan pak rokok tanpa cukai, serta 2 pucuk senjata api rakitan serta pemusnahan sajam dipotong menggunakan mesin gerinda, serta alat kosmetik yang tidak ada izin edar di BPOM.

Kepala Kejari Serang, Freddy Simandjuntak mengatakan pemusnahan barang bukti terhadap perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, merupakan tugas dari jaksa selaku eksekutor terhadap penanganan perkara dan pelaksanaan putusan pengadilan.

“Kegiatan ini rutin yang kita laksanakan dua kali dalam setahun yaitu yang pertama pada rangkaian hari bakti adhyaksa di bulan Juli dan satu lagi akan kita laksanakan di bulan Desember di akhir tahun,” kata Fredy selesai pemusnahan.

Menurut Freddy berbagai barang bukti dimusnahkan baik dari, narkotika, pencurian, penganiayaan, maupun kesehatan. “Jamu-jamu tradisional yang tidak mempunyai izin edar itu yang banyak yang marak akhir-akhir ini di Kabupaten maupun di Kota Serang,” ujarnya.

Pemusnahan itu juga melibatkan pemerintah daerah maupun pihak kepolisian, serta berbagai pihak terkait lainnya. Ia mengungkapkan barang bukti dari perkara narkotika seperti sabu-sabu maupun obat terlarang dilakukan pemusnahan dengan dibakar. Sedangkan senpi dan sajam dipotong menggunakan mesin. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan terhadap barang bukti yang rentan disalahgunakan, baik oleh pihak kita sendiri atau pihak lain.

“Kegiatan ini juga sebagai upaya Kejari Serang, dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu transparan, efektif dan efisien, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.(LLJ).