Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Dana Banpol Rp1,18 Miliar, Ketua DPW PAN Syafrudin Disomasi

0
1007

Serang,fesbukbantennews.com (4/9/2022) – Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Banten Desi Ferawati melayangkan surat somasi kepada Ketua DPW PAN Banten, Syafrudin yang juga sebagai Walikota Serang atas dugaan pemalsuan tanda tangan.

Ketua DPW PAN Banten Syafrudin .

Hal ini berkaitan dengan pencairan bantuan keuangan untuk partai politik atau dana banpol Tahun Anggaran 2022

“Kami melayangkan surat somasi kepada Ketua DPW PAN Banten, yakni Safrudin terkait dugaan pemalsuan tanta tangan pencairan dana banpol” kata pengacara. M. Sunandar Suwayono, Minggu (04/09/2022).

Hal itu, kata Sunandar, bermula saat kliennya menerima laporan adanya penarikan dana partai sebesar 1,18 Miliar yang terpampang tanda tangan kliennya selaku Bendaara serta ketua DPW PAN, Syafrudin. Padahal ia tak merasa menandatangani berkas apapun, terlebih lagi penarikan dana sebesar itu.

“Kami mendapatkan foto dokumen, ada tanda tangan klien saya di situ. ‘Lho kok ada tanda tangan saya di sini’ padahal dia merasa tidak merasa menandatangani dokumen penarikan dana banpol itu,” ucapnya.

Kliennya itu pun sempat protes ke Ketua DPW PAN kala itu, yakni Syafrudin. Namun pihaknya tidak menanggapi atas peristiwa terjadinya pemalsuan tanda tangan penarikan dana banpol tersebut.

“Terus dia tanya ke ketua DPW PAn, meminta penjelasan terkait adanya pemalsuan tanda tangan dirinya untuk pencairan dana banpol,” ucapnya.

Namun saat dimintai keterangan, Syafrudin selaku ketua DPW pan enggan menanggapi hal tersebut, sehingga klien kami memberikan surat kuasa kepada kami untuk melayangkan somasi terlebih dahulu kepada ketua DPW.

Sunandar mengatakan kasus ini membuat kliennya mengalami kerugian materil dan imateriel. Atas dasar itulah Desi meminta kami untuk melayangkan somasi dan meminta penjelasan, sebelum akhirnya kami akan melaporkanya ke Polda Banten dengan pasal 266 KUHP juncto 263 terkair pemalsuan dokumen..

“Klien kami namanya tercoreng, dan jika terjadi hal-hal menyimpang atas bantuan dana tersebut, klien kami juga akan ikut terseret, karena sampai saat ini dana tersebut belum diketahui untuk kegiatan apa,” ucapnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Ketua DPW PAN Syafrudin yang tengah melaksanakan ibadah umroh tidak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan, terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan penarikan dana banpol tersebut.(men/LLJ)..