Ke PON XX Papua Biaya Hasil Patungan, Peselancar Banten Tunjukan Prestasi

0
138

Papua, fesbukbantennews.com (22/9/2021) – Meski berangkat ke Papua untuk mengikuti PON XX biayanya hasil patungan, atlet selancar ombak dari provinsi Banten Latif Arakasa ,berhasil menunjukan prestasinya. Raih posisi kedua pada Rabu (22/9/2021),Latif berhak masuk semi final.

Atlet dan official selancar ombak provinsi Banten.

“Yang berangkat itu 1 atlit atas nama Latif Arakasa, 1 pelatih dan 1 official, kami di papua selama 5 hari mulai 21 september sampe 25 September nanti,” Pengurus Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Provinsi Banten yang juga official atlet selancar , Doni Agusty , Rabu (22/9/2021).

Doni menambahkan, Latif Arakasa mengikuti 2 cabang yakni Nomor cabang Man Shortboard (papan pendek putera) & Nomor Cabang Aerial (mengudara). 

“Alhamdulillah di nomor cabang Aerial (mengudara) Latif Arakasa atlit selancar dari Banten masuk semi final, sementara untuk man shortboard (Papan pendek putera) besok memasuki Round 3, do’akan semoga Latif Arakasa lolos jadi juara,” pintanya.

Dony juga mengungkapkan, pihaknya mengaku kecewa atas tidak adanya suport dari pemerintah provinsi banten dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Banten, terhadap atlit selancar Latif Arakasa yang bertarung diajang PON ke XX Papua. 

“Kami dari PSOI provinsi banten sangat kecewa kepada pemerintah provinsi banten yang sama sekali tidak memberi dukungan untuk atlit selancar banten yang turun di PON Papua tahun ini,” kata Dony.

Lanjut Doni, meski demikian PSOI tak patah arang, Latif Arakasa tetap berangkat ke PON Papua dengan tetap membawa bendera provinsi banten ke ajang bergengsi tingkat nasiona itu, atas biaya hasil patungan dari para pengurus PSOI Banten.

Padahal sebelumnya Doni menyatakan, dirinya beserta tim sudah berupaya, baik ke pemerintah provinsi maupun KONI Banten, namun hasilnya nihil. Hingga hari pemberangkatan tak ada satupun kabar baik yang diterimanya berkaitan dengan bantuan finansial, baik dari pemprov banten maupun KONI Banten untuk keperluan akomodasi maupun transportasi pemberangkatan atlit dan official menuju PON Papua.

Doni berharap, kedepan pemerintah Banten maupun KONI Banten bisa lebih sensitif lagi demi kemajuan olahraga di Provinsi Banten.

“jangan terlalu kaku lah ya, ini demi mengharumkan nama daerah lho, kalau bukan pemerintah daerahnya dan organisasi keolahragaanya dalam hal ini KONI, siapa lagi?,” Katanya.

Perlu diketahui, dalam PON XX Papua ada 13 Provinsi yang mengikuti pertandingan selancar ombak. Aceh, Sumbar,Sumut, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Papua Barat & Papua.. (la/LLJ).