Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Warga Safira Kota Serang Antusias Gelar Tradisi Panjang Mulud
Seorang warga Perumahan Safira nampak antusias berpose bersama panjang mulud sambil menggendong anaknya.(mezaluna)

Warga Safira Kota Serang Antusias Gelar Tradisi Panjang Mulud

Serang,fesbukbantennews.com (26/12/2016)  – Ratusan warga RT 4 RW 06 lingkungan Perumahan Safira, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, nampak antusias merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar tradisi panjang mulud, Senin (26/12/2016).

Seorang warga Perumahan Safira nampak antusias berpose bersama panjang mulud sambil menggendong anaknya.(mezaluna)

Seorang warga Perumahan Safira nampak antusias berpose bersama panjang mulud sambil menggendong anaknya.(mezaluna)

Ketua RT 4 RW 6 Perumahan Safira Pudjo Karahmat mengatakan, tradisi panjang mulud yang diadakan warga, selain sudah menjadi tradisi tahunan. Kegiatan maulid nabi dijadikan warga untuk memupuk kepedulian dan mempererat silaturahmi antar warga.

“Perayaan berlangsung dengan antusiasme warga. Dari masing – masing rumah warga menyiapkan replika panjang berisi sembako dan pakaian yang sebagaian besar merupakan sumbangan dari masing-masing ,” kata Pudjo.

Replika panjang kemudian diangkut oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mushala al-Ikhlas. Replika panjang tersebut kemudian diarak warga keliling komplek dengan diiringi warga lain yang menggunakan sepeda motor. Arak-arakan mendapat perhatian warga yang berada  dipinggir jalan yang sudah berjam-jam menunggu arkan-arakan replika panjang mulud.

“tahun ini terkumpul 14 panjang mulud beris sembako, Kita salurkan untuk warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan perumahan,” katanya.

Panitia sengaja meniadakan tradisi ngeropok atau berebut makanan, karena khawatir akan terjadinya kericuhan. “Momen kebersamaan dan silaturahmi serta rasa kepedulian yang tinggi, diharapkan dapat terpatri kepada warga. Tradisi panjang mulud juga diadakan untuk memupuk generasi muda agar tetap selalu menjaga tradisi panjang mulud wariusan nenek moyang masyarakat Banten,” tegas Pudjo.(mezaluna/LLJ).

Copyright @2016 FBn