Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Warga Cibaliung Pandeglang Ciptakan Gula Aren Terbesar di Dunia
Gula Aren buatan warga Cibaliung Pandeglang dapat rekor MURI

Warga Cibaliung Pandeglang Ciptakan Gula Aren Terbesar di Dunia

Pandeglang,fesbukbantennews.com (18/8/2018) – Siapa yang tak kenal gula aren dengan warna coklat dan aroma khasnya yang bisa menambah nikmat sebuah masakkan.Gula berbentuk bulat dan ada juga yang sudah berbentuk ‘pasir’ itu kini telah tercipta menjadi sebuah rekor Muri sebagai Gula Aren terbesar di Indonesia,bahkan di dunia.

Gula Aren buatan warga Cibaliung Pandeglang dapat rekor MURI

Gula Aren buatan warga Cibaliung Pandeglang dapat rekor MURI

Pembuatan Gula Aren mengandalkan kebersamaan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Banten dengan gotong royong nya, “Oleh karena itu tercetuslah ide untuk membuat gula aren dengan ukuran besar dan bentuk berbeda dari biasanya. Prestasi ini tidak hanya memupuk kebersamaan dan memperkuat pertemanan, tapi juga tercatat sebagai rekor Gula Aren terbesar di Muri,” kata Sujana, Ketua Pesta Rakyat Cibaliung (PRC), saat ditemui dilapangan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (17/08/2016).

Untuk membuat gula aren ukuran biasa yang memiliki diameter 5-10 centimeter cukup membutuhkan air nira sebanyak 10 liter untuk menghasilkan 1 kg. Namun kali ini, warga di Kecamatan Cibaliung berhasil membuat gula aren dengan bobot 135 kg dengan diamter mencapai 100 centimeter dan ketebalan mencapai 20 centimeter. Setidaknya, untuk membuat rekor tersebut, sebanyak 70 perajin gula aren dan 1.400 liter air nira diturunkan.

“Pembuatannya lebih dari 10 kuali besar, dimasak secara serentak, dibuat secara bertahap. Baru kita kilo (timbang),” tegasnya.

Sebelum membuat Gula Aren, air nira terlebih dahulu di ambil dari pucuk bunga nya yang kerap disebut Sunting Bunga (mayang) yang belum benar-benar mekar.

Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula mayang membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba (wadah) yang terbuat dari daun pohon palma. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental.

Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Sebagai gula aren, Sunting
Bunga jantan pohon enau dikumpulkan terlebih dahulu dalam sebuah bumbung bambu. Untuk mencegah nira mengalami peragian dan nira yang telah mengalami fermentasi tidak bisa dibuat gula, maka ke dalam bumbung bambu tersebut ditambahkan laru atau kawao yang berfungsi sebagai pengawet alami.

Setelah jumlahnya cukup, nira direbus di atas tungku dalam sebuah wajan besar. Kayu terbaik untuk memasak gula aren berasal dari kayu aren yang sudah tua. Karena kalori ini lebih tinggi dari kayu bakar biasa, maka proses memasaknya juga lebih cepat. Sekalipun demikian, api tidak juga boleh terlalu besar sampai masuk ke dalam wajan dan menjilat serta membakar gula yang sedang dimasak. Kalau ini terjadi gula akan hangus, rasanya akan pahit dan warnanya menjadi hitam.

Jika air nira sudah menjadi pekat, berat ketika diaduk dan kalau diciduk dari wajan dan dituangkan kembali adukan akan putus-putus, maka cairan nira sudah bisa ditaruh ke dalam cetakan untuk di dinginkan dan menjadi Gula Aren.

“Suatu kebanggaan saat kami melihat kebersamaan dan kerja keras bisa menjadi momen perayaan beramai-ramai warga Cibaliung,” kata Abah Sudi, perwakilan perajin Gula Aren yang ikut serta membuat gula raksasa tersebut.

Kecamatan Cibaliung sendiri bisa ditempuh dari Jakarta selama kurang lebih tiga jam perjalanan. Wisatawan bisa keluar Tol Serang Timur lalu mengambil jalur Kabupaten Pandeglang arah KEK Tanjung Lesung. Sesampai di alun-alun Citeureup, wistawan mengambil arah menuju Pulau Umang atau mengikuti petunjuk arah.

Selain menikmati keindahan pantai di Banten Selatan dan ‘Surga Tersembunyu’ di Pulau Umang, wisatawan pun bisa menikmati manisnya gula aren karya tangan warga setempat tanpa bahan pengawet yang masih dibuat secara tradisional.

“Prestasi dalam bentuk rekor Muri ini memberi motivasi tersendiri bagi kami untuk semakin mengangkat Cibaliung melalui produksu gula aren nya,” tegasnya.(dhyie/LLJ)

Copyright @2016 FBn