Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Walikota Serang Sibuk Offroad, Saat Rumah Warganya Mau Ambruk

Walikota Serang Sibuk Offroad, Saat Rumah Warganya Mau Ambruk

Serang,fesbukbantennews.com (17/8/2015) – Entah, harus berkata apa. Di saat warga Desa Cipete,Kecamatan Curug,kota Serang, Misra (55) kesulitan berobat untuk dua anaknya yang sakit gangguan jiwa dan rumahnya mau ambruk, Walikota Serang Tb Haerul Jaman sibuk mengikuti Kejurnas offroad IXAI 2015 di sirkuit Tembong, Kota Serang,15-16 Agustus 2015.

IMG_20150817_143458

Ruminah, hampir dua tahun mengalami gangguan jiwa. Mau berobat tak punya uang.(LLJ)

Sabtu, 15 Agustus 2015 kemarin, relawan FBn memperoleh informasi ada rumah kumuh di Desa Cipete, Kecamatan Curug, yang waktu tempuhnya 15 menit dari sirkuit Tembong Jaya tempat Jaman mengikuti kejurnas. Lalu, Minggu (16/8/2015) relawan langsung menuju lokasi.

Selain kumuh dan sempit, rumah tersebut dihuni 5 orang yang kesemuanya mengalami sakit parah. Mau berobat mereka tak mampu, karena tak punya uang.
Bagaimana tidak, di rumah berukuran sekitar 6 X 5 meter tersebut, meski dari luar nampak bagus, ternyata di dalamnya sangat kumuh. Dan diisi oleh 5 anggota keluarga yang semuanya berpenyakit parah. Bahkan dua diantaranya sudah bertahun-tahun tak bisa diobati.

Misra selaku kepala keluarga sudah lama sering mengalami batuk. Istrinya, Ranti (55) matanya sudah lama tak jelas melihat. Ruminah (25) sudah dua tahun mengalami kurang gizi dan gangguan jiwa. Homsanah (35) sudah belasan tahun mengalami gangguan mental. Dan terakhir, Sukanah (9 bulan, anak dari Ruminah ) kekurangan gizi lantaran minum susu seadanya.

“Yah mau berobat gimana pak, makan aja susah, maklum kuli pembuat bata, ” kata Misra ditemui dir rumahnya, Minggu (16/8/2015) sore.

Misra bercerita, di rumah tersebut semuanya sakit,dan yang terparah adalah Homsanah dan Ruminah.

“Homsanah sudah belasan tahun sakit. Matanya sudah seperti pecah. Dia sekarang diam saja, sejak dulu dinyatakan mati suri. Ruminah sudah dua tahun sakit. Sejak suaminya menceraikan dia dua tahun yang lalu,” kata Misra.

Bahkan, anak yang paling besar, Homsanah, makan dan buang air besar di kasur.

Selain mengurus anak-anaknya yang sakit, Misra juga mengurus cucunya, Sukanah (anak Ruminah). Lantaran ibunya bayi tersebut sudah mengalami gangguan jiwa.

“Mau gimana lagi, bayi tersebut ibunya sakit,otomatis saya dan istri yang ngurusnya,” ujar Misra.

Sementara, rumahnya yang kumuh tersebut terpaksa dia tempati meski seringkali dia merasa was-was, jika sewaktu-waktu akan roboh.”saya takut juga pak, kalau hujan kebanjiran. Kalo angin kencang mau ambruk,” ucap Misra.

Keinginannya sih memperbaiki rumah tersebut. Apadaya, hasil kerja dia hany cukup untuk makan dan susu cucunya.

“Belum dapat bantuan dari manpun pak, pasrh saja,” kata Misra.

Sudah sering, warga kota serang yang rumahnya ambruk tak dipedulikan Pemkot Serang. Seperti rumah pemulung di Kampung Cipare Idul, Desa Bendung, Kecamatan Kasemen. Sejak dibongkar hingga jadi rumah layak, tak ada sama sekali peran Pemkot Serang.

Atau, bocah usia 11 tahun warga Terumbu, Kasemen, yang menderita tumor. Sejak masuk di RSUD Banten hingga dirawat ke RSCM Jakarta, tak ada sentuhan dari Pemkot Serang.

Dan masih banyak lagi, pasien-pasien miskin warga kota Serang yang tak dapat perhatian. Pemerintah Kota yang mempunyai motto Madani.

Bahkan, akhir-akhir ini, Pemprov Banten yang sering turun menyentuh pasien miskin dan rumah ambruk di Kota Serang.(LLJ)

Copyright @2016 FBn