Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Usai Lapor Polisi, Korban Penganiayaan Diduga oleh Ketua Kadin Banten Mendapat Teror

Usai Lapor Polisi, Korban Penganiayaan Diduga oleh Ketua Kadin Banten Mendapat Teror

Lebak,fesbukbantennews.com (12/10/2015) – Korban penganiayaan yang diduga dilakukan mantan bupati Lebak yang sekarang jadi Ketua KADIN Banten Mulyadi Jayabaya, Tobari bin Mahmud (48), warga asal Kampung Garung Sabrang, RT 003/002, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku mendapatkan teror setelah membuat laporan ke Polda Banten.

Ilustrasi.(net)

Ilustrasi.(net)

“Ada teror yang telponin. Ngaku nya anak nya (Mulyadi Jayabaya). Ya saya khawatir, saya rakyat kecil. Ya gimana ya, ya takut gitu,” kata Tobari, korban penganiayaan ketua KADIN Banten, Senin (12/10/2015).

Tobari juga mengaku, dirinya kerap mendapatkan pesan singkat hingga pesan yang meneror dirinya agar tidak melanjutkan kasus penganiayaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Mulyadi Jayabaya bersama pengawal nya ke ranah hukum.

“Harapannya minta keadilan. Kita kan rakyat kecil. Mentang-mentang orang pinter, jangan semena-mena gitu,” tegasnya.

Agus R Wisas, selaku wakil ketua Kadin Banten, saudara dan juru bicara dari Mulyadi Jayabaya, mengaku tak ada peneroran terhadap Sobari.

“Ga ada ah (teror), araneh (aneh). Khawatir ada yang ingin memperkeruh suasana,” kata Agus R Wisas, Senin (12/10/2015).

Bahkan menurut nya, mantan Bupati Lebak dua periode yang akrab disapa JB tersebut tak akan melakukan kekerasan terhadap masyarakat dengan tangannya sendiri.

“Yang mukulin anak buahnya JB. Tapi bukan JB nya. Ga pernah JB mukulin orang secara langsung. JB tidak pernah melakukan penganiayaa seperti seperti yang dituduhkan. Insiden itu terjadi antara pelapor dan pengawal,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah seorang warga bernama
Tobari bin Mahmud (48), mendapatkan penganiayaan dari Ketua Kadin Banten sekaligus mantan Bupati Lebak dua periode, Mulyadi Jayabaya, bersama tiga orang pengawalnya, di desa Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten.

Karena penganiayaan tersebut, Tobari mengalami luka di pelipis kiri akibat di pukuli oleh Mulyadi Jayabaya dan pengawalnya. Tak puas memukuli korban, JB bersama bodyguardnya merusak kendaraan Suzuki APV milik korban yang dituduh menghalang-halangi konvoi kendaraan milik Mulyadi Jayabaya.

Mulyadi Jayabaya sendiri memiliki berbagai macam kasus hukum selama menjabat sebagai Bupati Lebak periode 2003-2008 dan 2008-2013. Di antara kasus hukum tersebut di antara nya ijazah palsu yang terkuak dalam persidangan di pengadilan Tipikor terkait pencucian uang dan sengketa pilkada Kabupaten Lebak. Dimana, Susi Tur Andayani, dalam kesaksiannya mengaku membantu membuatkan ijazah palsu bagi mantan Bupati Lebak yang kini menjabat sebagai Ketua Kadin Banten.

Penanganan kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya sampai saat ini memang terkatung-katung.

Kasus dugaan pemalsuan ijazah paket C atau persamaan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dilakukan oleh Mulyadi memang sudah dihentikan oleh kepolisian dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada tanggal 29 Juni 2009 lalu. SP3 itu dikeluarkan pada zaman Polda Banten dipimpin oleh Brigjen Pol Rumiah Kartoredjo. Padahal, saat itu Mulyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi, kabarnya Mulyadi tidak hanya memalsukan ijazah paket C, tapi juga ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Tak cukup sampai disitu, pria baya yang akrab disapa JB tersebut pun di duga ikut berpartisipasi terhadap dugaan korupsi penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahun 2008-2011 sebesar Rp 25 miliar di RSUD Adjidarmo, Kabupaten Lebak, Banten.

Bahkan, sang ketua Kadin sempat diperiksa oleh Kejati Banten selama 1,5 jam dengan 17 pertanyaan pada 16 Juni 2015. Namun hingga kini, kasus tersebut pun belum kunjung terselesaikan oleh pihak penegak hukum.(dhyie/LLJ).

Copyright @2016 FBn