Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Unik, di Masjid Kampung Ini Syukuran Sekaligus 10 Bayi

Unik, di Masjid Kampung Ini Syukuran Sekaligus 10 Bayi

Serang,fesbukbantennews.com (18/7/2015) – Posesi syukuran atau pemberian nama kepada seorang bayi mungkin sudah tidak asing lagi, yang biasa dilaksanakan di rumah orangtuanya masing-masing atau di Masjid atau pun Musholah bagi umat muslim.

Syukuran Bayi di Tembong Kota Serang.(mudhof)

Syukuran Bayi di Tembong Kota Serang.(mudhof)

Namun, berbeda dengan prosesi syukuran di sebuah Masjid di Jalan Ciomas Baru tepatnya Kampung/Lingkungan Pabuaran Tembong, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Sabtu, 18 Juli 2015.

Karenanya, bertepatan satu hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah dilangsungkan syukuran sebanyak 10 (sepuluh bayi) dengan usia yang bervariatif ada yang baru 20 sampai 40 hari pemberian nama dengan marhabanan.

Tampak, suasana bahagia bagi para orangtua si bayi. Ditambah, suara riuh para ibu-ibu dan anak-anak turut meramaikan jalannnya prosesi syukuran tersebut. Suara tertawa terus berlangsung, karenanya beberap bayi ada yang menangis adapula tertidur pulas meski suasana bising.

Selain itu, ada hal unik lain yang dibebankan orangtua bayi atas aturan atau tradisi umat muslim khususnya di kampung tersebut. Dimana, jika saat berlangsung dilantunkan ayat-ayat marhabanan ataupun pembacaan do’a si bayi tidak bersuara atau tidak menangis diwajibkan untuk menebus atau membayar dengan uang sebesar Rp 10 ribu.

“Ini memang sudah adat ataupun tradisi umat muslim khususnya di kampung kami, kalau si bayi pas sykuran tidak menangis harus ditebus Rp 10 ribu setelah selesasi prosesinya. Ada empat bayi ga nangis,” ungkap Sesepuh Lingkungan Pabuaran Tembong, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Atim Rahmat Hidayat kepada wartawan usai prosesi syukuran.

Senada diungkapkan, salah satu orangtua bayi bernama, Silvia Ramadhani, Roni. Dirinya mengaku, melakukan syukuran pemberian anaknya bukan berarti tidak ada biaya untuk dilangsungkan di kediamannya.
Alasannya, kalau prosesi syukuran di masjid cenderung ramai, dan banyak orang yang mendo’akannya.

“Lebih seru aja, lihat bukan cuma satu atau dua bayi melainkan sebanyak 10 bayi sekaligus yang syukuran di masjid ini. Ini sudah biasa, tapi memang berbeda syukuran kali ini karena lebih dari lima bayi,”ujar Roni.(mudhof/LLJ)

Copyright @2016 FBn