Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Trend ke Pemilihan Caleg Muda Dhuafa di Banten (oleh:Ima Humairo*)
Foto: Rochman Setiawan, membagikan Kursi Roda untuk Pasien Miskin

Trend ke Pemilihan Caleg Muda Dhuafa di Banten (oleh:Ima Humairo*)

Serang,fesbukbantennews.com (12/3/2019) – Hal yang menarik untuk diulas. Ada beberapa Caleg muda yang saat ini yang berkompetisi di pencalegan. Baik DPRRI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Juga DPD RI.

Foto: Rochman Setiawan, membagikan Kursi Roda untuk Pasien Miskin

Trend kepemilihan Caleg Dhuafa bukan hal yang tidak mungkin akan menjadi trend News di tahun ini, Karena rata rata caleg muda tidak memiliki resource yang besar seperti incumbent maupun pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Kekuatan Caleg Muda Dhuafa ini berada pada masyarakat yang sudah jenuh dengan janji janji para caleg Incumbent, yang juga tidak ada realisasinya. Selain itu diferensiasinya caleg Dhuafa ini mudah menyentuh masyarakat bawah dan tradisional, tergantung kwantitas, dan kwalitas silaturrahim para caleg muda dhuafa tersebut.

Pertama Sebut saja Usep Sepudin. Yang telah menjual mobil Ubrugnya (Goreng Patut) yang sehari hari ia kendarai. Untuk membiayai kampanye nya. Ukuran biayay kampanye DPRRI rasanya tidak mungkin di cukupi dengan modal menjual mobil Ubrugnya, yang kisaran paling tidak, ia jual seharga 10 juta.

Pria kelahiran Ujung Kulon itu harus melawan para pesaingnya yang dinilai memiliki segalanya, mulai dari kekuasaan hingga secara finansial. Akan tetapi hal itu tidak pernah menyurutkan Caleg PPP No Urut 6 Dapil Pandeglang – Lebak, untuk berjuang menuju senayan 2019, April mendatang.

Kedua Rochman Setiawan. Caleg Partai Demokrat Provinsi Banten No Urut 4 Dapil Pandeglang. Yang sehari harinya sebagai Relawan Sosial. Yang tiap hari menyapa masyarakat dan membantu pasien miskin untuk ke Rumah sakit untuk berobat. Dan ia sendiri tidak punya modal. Bahkan ia sendiri hanya memiliki MOTOR BUTUT untuk menyapa masyarakat. Sedangkan kekuatan utamanya hanya silaturrahim dengan para tokoh dan masyarakat bawah.

Selain itu banyak juga caleg caleg Muda dhuafa yang berkompeten dalam kepemilihan suara milenial dan tradisional. Selain masyarakat jenuh dengan incumbent, Masyarakat saat ini sudah melek informasi dari berbagai media sosial di Indonesia. Baik perkotaan maupun di kampung kampung. Juga masyarakat mudah terhipnotis dengan gaya gaya caleg muda tersebut dalam bersosialisasi. Banyak ke Unikan dan itu sebagai daya tarik masyarakat untuk memilih Caleg Muda Dhuafa tersebut.

Mudah mudahan pileg tahun 2019 ini benar benar menghasilkan pemilu yang berkualitas. Dan menghasilkan Aleg Aleg Muda yang berkualitas juga. Dan mau berjuang untuk kepentingan masyarakat.(LLJ)

Penulis: Ima Humairo, Aktivis Sosial di Banten

Copyright @2018 FBn