Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Trauma Diperkosa, Nining Gantung Diri di Pasar

Trauma Diperkosa, Nining Gantung Diri di Pasar

Serang,fesbukbantennews.com (4/7/201) – Warga Kampung Sukalila Kelurahan Kalodran Kecamatan Walantaka digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tewas dalam keadaan gantung diri di pasar Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Jumat (3/7/2015) kemarin.

Korban Gandir sempat jadi tontonan warga sebelum dievakuasi petugas

Korban Gandir sempat jadi tontonan warga sebelum dievakuasi petugas

Belakangan perempuan tersebut diketahui bernama Nining (23) warga setempat. Nining tewas dengan seutas tali rafia yang tergantung pada sebuah penopang warung di pasar Kalodran.

Menurut keterangan Leni (31) warga kampung Sukalila Kelurahan Klodran mengatakan, korban mengalami trauma karena dulu sekitar satu tahun yang lalu Nining pernah diperkosa oleh orang yang tidak dikenal sekarang anaknya berumur lima bulan, semenjak kejadian itu korban sering terlihat mengurung diri.

Salah satu saksi mata Mirah (25) menyebutkan korban ditemukan sekitar pukul 06.30 dengan kondisi leher terikat oleh tali rafia, melihat kondisi tersebut Mirah langsung menyampaikan ke warga sekitar lalu melapor ke kelurahan. korban bernama Nining (23) anak dari sanan (51) asal kampung Sukalila, kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, diketahui korban adalah tuna wicara sering berada di luar rumah seperti di pasar. Menurut keterangan keluarga , korban keluar rumah sekitar pukul Kamis malam sekitar 20.30 WIB dan sekitar pukul 06.00 WIB ditemukan sudah dalam keadaan tewas. Polsek walantaka membenarkan hal tersebut, kita mendapatkan laporan dari warga langsung kita ke TKP katanya.Korban mengakhiri hidupnya dengan tali rafia dikait dibambu untuk berjualan, dan menggunakan papan untuk meloncat.

Kapolsek walantaka AKP Erwan yang didampingi kanit reskrim polsek walantaka IPTU Budiman mengungungkapkan, untuk sementara motif sedang kita dalami, ada dugaan murni bunuh diri, tanda-tanda kekerasan tidak ada, posisi mayat sedang berada di rumah sakit umum serang, sedang dilakukan visum. Keluarga korban tidak menyetujui akan dilakukan otopsi.(aden/LLJ)

Copyright @2016 FBn