Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » TNI AL dan Pemprov Banten Akan Bedah TPI Teluk Labuan

TNI AL dan Pemprov Banten Akan Bedah TPI Teluk Labuan

Serang,fesbukbantennews (30/3/2015) -TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Pemerintah Provinsi Banten akan melaksanakan Operasi Bakti Bedah Desa Pesisir di wilayah Lantamal III, di TPI 2 Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, 6-7 April 2015 mendatang. Kegiatan tersebut antara lain berupa kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan.

Rapat rencana bedah TPI labuan. (foto: humas Banteen)

Rapat rencana bedah TPI labuan. (foto: humas Banteen)

Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut K. Judijanto mengatakan rencana kegiatan operasi bakti TNI AL ini akan bekerja sama dengan Kemenko Maritim, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang secara terpadu di wilayah kerja Lantamal III Jakarta.

“Operasi Bakti Bedah Desa Pesisir ini dalam rangka membantu pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai,” Kata Judijanto usai rapat persiapan, di Aula DKP Banten, Senin (30/03).

Acara tersebut juga dalam rangka memperingati hari ulang tahun Dharma Pertiwi yang akan dihadiri Ny Moeldoko, Kepala Staf AL, Ibu-Ibu menteri Kabinet kerja dan akan diadakan kegiatan olah raga, parade perahu hias, lomba perahu hias, ruwat laut, pembangunan rumah pintar, bedah rumah, bazar, pelayanan kesehatan dll.

“Hal ini sebagai perwujudan kemanunggalan TNI/TNI AL bersama rakyat guna menumbuhkan jiwa dan semangat kebersamaan (gotong royong) dalam pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama perceparan pembangunan di wilayah pesisir,” jelasnya.

Sekda Banten Kurdi Matin menambahkan, bedah Desa pesisir akan disingkronkan dengan beberapa program Pemprov, seperti bantuan bedah rumah, bantuan nelayan, bantuan UMKM dan lainnya.

“Ini salah satu kegiatan kemitraan dengan TNI AL, kita juga ingin memanfaatkan CSR dari perusahaan untuk membantu nelayan. Penataan juga mulai dari sini, setelah itu dimantapan di musrenbang. Mana saja daerah pesisir yang masih kumuh. Biasanya kumuh itu identik dengan kemiskinan, jadi ini yang harus kita perbaiki,” ucapnya.

Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten Suyitno menjelaskan, sebagian besar warga masyarakat Banten yang berdomisili di pesisir pantai tersebut merupakan masyarakat asli daerah yang sebagian besar menggantungkan kehidupannya dari dan atau melalui laut.

 

Masyarakat yang tinggal atau bermukim di daerah pesisir berimplikasi terhadap pemerataan pembangunan sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang belum memadai.

“Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan sarana fisik di Desa Teluk,  Renovasi TPI berupa pemasangan plafond dan lantai, Renovasi mushola dengan meninggikan lantai keramik, Renovasi madrasah, pembangunan rumah pintar, pembuatan MCK, pembangunan rumah nelayan, pembuatan sistem pengolahan air laut menjadi air bersih, pembuatan bangunan prasasti dan monumen. Ini program TNI-AL dan kementrian  bekerjasama dengan pemda,” jelasnya.(hmsbtn/LLJ)

Copyright @2016 FBn