Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Tiga Hari Hilang , Balita Ditemukan Tewas di Sungai Cibanten Kota Serang

Tiga Hari Hilang , Balita Ditemukan Tewas di Sungai Cibanten Kota Serang

Jenazah Balita Hakim dievakuasi petugas forensik RS Dradjat Prawiranegara.(foto: Erwin Wenk)

Serang,fesbukbantennews.com (9/4 /2017)  – Hakim bocah berumur tiga tahun yang dilaporkan  hilang sejak Kamis,6 April 2017 lalu akhirnya ditemukan. Balita asal Kaujon Masjid Kuno ,kota Serang tersebut ditemukan  tidak bernyawa di Sungai Cibanten, Kampung Baru, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang pada Minggu, 9 April 2017 sekitar pukul 07.30. WIB. 

Ketika ditemukan, mayat korban tersangkut sampah ranting pohon dalam kondisi sudah membusuk. Untuk proses penyelidikan, anak dari pasangan Wawan dan Asiah ini dilarikan ke RSUD dr Drajat Prawiranegara di Kota Serang.

Diperoleh keterangan, bocah yang sempat dikhabarnya diculik oleh pria berkendaraan motor ini diketahui warga setempat. Penemuan itu segera dilaporkan ke Mapolsek Serang Kota. Berbekal dari laporan itu, Kanit Reskrim Iptu Juwandi bersama anggotanya dan petugas forensik RSUD dr Drajat Prawiranegara langsung bergerak ke lokasi.

Oleh petugas forensik, mayat bocah yang tersangkut di sampah dedahanan Sungai Cibanten ini langsung dievakuasi. Setelah dilakukan visum, petugas segera membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan untuk mencari tahu kepastian sebab-sebab korban meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Serang Kota, Iptu Juwandi ketika dikonfirmasi mengatakan setelah dilakukan identifikasi mayat tersebut ternyata Hakim, bocah yang sempat dilaporkan hilang oleh kedua orang tuanya pada Jumat, 8 April 017. Dalam laporannya itu, Wawan mengaku terakhir kali melihat sang anak pada Kamis, 7 April sekitar pukul 09.00 WIB. Karena hingga malam hari tak kunjung ditemukan, orang tua korban melaporkan ke Mapolsek Serang Kota.

Dari keterangan yang didapatnya, kata Juwandi, korban terakhir kali dibawa oleh ibunya, sementara pada saat itu bapak korban masih tidur. Kanit juga menjelaskan kondisi ibu korban memang diketahui mengidap gangguan jiwa.

“Kami belum mengetahui apakah korban terpeleset masuk sungai saat main atau memang sengaja diceburkan oleh ibunya yang sakit jiwa. Semuanya masih kita selidiki. Rumah orang tua korban memang berada dipinggiran sungai,” kata Juwandi dihubungi melalui telepon selulernya.(mudhof/LLJ).

Copyright @2016 FBn