Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Tiga Anggota Keluarga Atut ikut Pilkada Serentak di Banten

Tiga Anggota Keluarga Atut ikut Pilkada Serentak di Banten

Serang,fesbukbantennews.com (2/9/2015) – Keluarga mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, ikut serta meramaikan perhelatan Pilkada serentak di Provinsi Banten tahun 2015.

Tatu dan Airin.(net)

Tatu dan Airin.(net)

Sang adik, mantan wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah ikut serta dalam Pilkada Kabupaten Serang. Menantu Atut, Airin Rachmi Diany, ikut serta dalam Pilkada di Kota Tangsel. Lalu disusul oleh menantu Atut lainnya, Tanto W Arban, maju dalam Pilkada Kabupaten Pandeglang.

Ratu Tatu Chasanah merupakan adik mantan Gubenur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang di dukung oleh delapan partai, yakni Golkar, PDIP, PKS, PAN, PKB, Nasdem, PPP dan Demokrat.Ratu Tatu Chsanah sendiri berpasangan dengan Panji Tirtayasa

Sedangkan Airin Rachmi Diany, sang menantu Atut sekaligus istri dari Tb. Chaeri Wardhana alias Wawan, yang berpasangan dengan Benyamin Davnie sekaligus wakil walikota Airin di dukung oleh enam partai yakni Golkar, PKS, PKB, PAN, NasDem, dan PPP.

Sedangkan menantu Ratu Atut lainnya, yakni Tanto W Arban, maju sebagai calon Wakil Bupati Pandeglang yang berpasangan dengan Irna Narulita.

Tanto merupakan suami dari Andiara Aprilia Hikmat, anak kedua Ratu Atut Chosiyah. Sedangkan Irna merupakan istri mantan Bupati Pandeglang yang kini menjabat sebagai anggota DPR-RI, Dimyati Natakusumah. Irna-Tanto sendiri mendapatkan dukungan dari PKB, Nasdem, PKS, PBB, PAN, Hanura dan Gerindra.
Menyikapi hal tersebut, aktivis Anti korupsi di Banten sekaligus Jubir Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada mengatakan, tidak ada perubahan peta politik di Banten untuk lima tahun ke depan.
“Saya tidak melihat gejala akan adanya perubahan peta politik Banten lima tahun kedepan. Sebab dominasi keluarga Atut masih sangat nampak mempertahankan dan merebut kekuasaan di Kota Tangsel, Kabupaten Serang dan Kabupaten Serang, ” kata Uday kepada FBN, Rabu (2/9/20015).
Kondisi ini, lanjut Uday, menunjukkan bahwa parpol di Banten gagal melahirkan kader-kader terbaik dari internal partainya yang bisa menjadi akternatif pilihan rakyat.
“Aksi borong parpol mewarnai pilkada tahun ini. Kepentingan pragmatis menjadi kental di sejumlah parpol,” tukas Uday.(LLJ)

Copyright @2016 FBn