Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Terkubur Rumahnya yang Ambruk, Warga Miskin di Kota Serang Kritis
Kondisi di RS Dradjat Kota Serang dan rumahnya Yang ambruk.(mezaluna

Terkubur Rumahnya yang Ambruk, Warga Miskin di Kota Serang Kritis

Serang,fesbukbantennews.com (7/2/2017) – Seorang ihu rumah tanggal (IRT) Bahro,warga Kampung Babadan, RT 06 RW 02, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang Banten,terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan  dalam keadaan kritis. Akibat terkubur rumah kumuhnya yang ambruk selamat hampir setengah jam.

Kondisi di RS Dradjat Kota Serang dan rumahnya Yang ambruk.(mezaluna

 

 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rumah tak layak dan puluhan tahun tak tersentuh bantuan pemerintah, ambruk pada Minggu (5/2/2017) ,dan menimpa dua penghuninya. Bahro, salah satu korban kritis kini mendapat perawatan di rumah sakit dokter Drajat Prawiranegra Serang

 

 

Ia mengalami luka parah setelah terkubur reruntuhan puing dan perabot rumahnya selama setengah jam lebih didalam rumahnya.

 

” Ibu mengalami luka patah kaki, dan sejumlah luka jahit di sekujur tubuhnya akibat terkena pecahan kaca almari. Bahro terinjak – injak warga, ketika sejumlah warga mencari keberadaan ibu saya yang terkubur reruntuhan puing,” kata Ipan,anak korban yang selamat,Selasa (7/2/2017).

 

Bahro nyaris tewas dalam kejadian malapetaka rumah ambruk tersebut. Beruntung nyawa Bahro terselematkan, ketika sejumlah tetangganya menemukan Bahro terkubur reruntuhan dan langsung membawanya ke rumah Sakit Dokter Drajat Prawiranegara Serang. Sementara anak Bahro bernama Ipan selamat meskipun saat kejadian berada di dalam rumah ambruk.

 

 

Selama puluhan tahun Bahro dan ketiga anak angkatnya hidup dalam kesusahan, bahkan keluarga ini tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah ditinggalinya bertahun – tahun. Sekalinya diperbaki material yang digunakan menggunakan tanah liat dan batu bata mentah.

 

 

Menurut tokoh masyarakat setempat,Dasuki, peristiwa rumah ambruk yang menimpa rumah milik Bahro ini terjadi, akibat kondisi rumah yang ditinggali Bahro bersama ketiga anak angkatnya itu sudah dalam kondisi tidak layak.

 

Ia juga mengatakan,setidaknya ada sekitar 15 sampai 20 rumah tidak layak dihuni ditinggali warga kurang mampu di kelurahan Terumbu, Kasemen, Kota Serang Banten. Bangunan rumah terbuat dari tanah liat dan batu bata mentah.

 

 

” Rencananya warga akan memperbaiki rumah ambruk milik Bahro secara swadaya, jika pemerintah tidak sanggup memberikan bantuan untuk perbaikan rumah milik Bahro” kata Dasuki. (mezaluna/LLJ)

Copyright @2018 FBn