Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Telat Setor, Pengamen Cilik Disekap dan Dianiaya

Telat Setor, Pengamen Cilik Disekap dan Dianiaya

Lebak,fesbukbantennews.com (4/7/2015) – Telat setor, Rijal (12 tahun) pengamen boks musik warga Kampung Ancol, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Lebak. Akibat dianiaya oleh bosnya Cecep (42) hingga mengalami luka parah di bagian kepala.Pengamen
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Rizal disekap selama tujuh jam dan dianiaya di sebuah kontrakan di Kampung Rancatimah RT 03/ RW 06, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkabitung oleh Cecep yang tidak pelaku lain adalah bos pengamen. Pasalnya, pelaku kecewa lantaran uang setoran hasil mengamen Rijal selama 11 hari tidak disetorkan.

Berdasarkan penulusuran, di RSUD Adji Darmo, korban Rijal mengalami luka serius pada kepala, kening membekak, mata hingga kini belum bisa melihat akibat poles balsam. Selain itu, bagian bibir Rijal pun mengalani sobek akibat pukulan pelaku.

Rijal mengaku, saat dianiaya pelaku dirinya di ikat menggunakan tali dan disekap di kamar kosong sejak pukul 11.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Penganiayaan terhenti pun, beruntung setelah diketahui oleh warga setempat.

Berawal, tutur Rijal, dirinya meminjam boks musik untuk digunakan mengamen dan bok musik tersebut di pinjam kembali oleh teman korban. Namun, boks musik tersebut tidak langsung dikembalikan oleh temannya, dan akhirnya pelaku (Cecep) mempertanyakan bok musik tersebut dan meminta korban untuk mengembalikannya.

“Saya tidak diberikan kesempatan  untuk menjelaskan dimana bok musiknya, saya langsung dipukul dibagian kepala dan mata saya dilumpuri balsem dan mengancam saya akan dibakar,” ungkap Rijal kepada wartawan di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Adji Darmo, Jumat 3 Juli 2015 ukul 19:00 WIB.

Namun anehnya, lanjut rijal, teman-teman seprofesi yang berada di tempat yang sama tidak ada upaya untuk menolong korban. Ironisnya, mereka malah menertawakan dan ikut memukul korban. Lantaran, mereka tak lain anak buah Cecep (pelaku) yang sehari- harinya berpropesi sebagai pengamen bok musik.

“Saya meminta tolong kepada mereka namun bukan pertolongan yang saya dapat, tapi mereka menertawakan dan memukul saya, saya pun terus menerus meminta tolong agar terdengar oleh warga,” ujarnya dengan menahan rasa sakit.

Beruntung, setelah Sholat Magrib seorang warga secara kebetulan melintas tempat Rijal disekap dan dianiaya. Warga yang berhasil memberikan pertolongan pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian setempat.

Tak lama kemudian, tersangka diamankan di polsek Rangkasbitung. (LLJ)

Copyright @2016 FBn