Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Tak Punya Uang, Balita Gizi Buruk asal Carita Pandeglang Pasrah

Tak Punya Uang, Balita Gizi Buruk asal Carita Pandeglang Pasrah

Pandeglang,fesbukbantennews.com (26/11/2015) – Latif (3 tahun) anak kedua dari pasangan Nana (34 tahun) dan Rohayati (28 tahun) asal Kampung Mataram, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menderita penyakit gizi buruk. Latif yang lahir secara fremature dengan berat badan 4 kilogram ini, kondisinya mengenaskan.

Latif, balita gizi buruk dari Carita Pandeglang digendong ibunya.(rifa)

Latif, balita gizi buruk dari Carita Pandeglang digendong ibunya.(rifa)

Terlihat, bocah tiga tahun tersebut terbaring dan tidak berdaya, dengan kondisi tubuh yang kurus dengan tulang dada yang menonjol dan membuat Latif meras selalu kesakitan. Seharusnya, di usianya itu Latif sudah bisa berjalan dengan kaki mungilnya. Namun hal itu malah berbalik dengan kondisi yang di hadapinya sekarang ini.

Rohayati ibu kandung dari Latif menceritakan, dulu latif itu lahir secara fremature dengan berat badan 1 kilogram, karena dilakukan penanganannya yang kurang baik.

“Awalnya Latif lahir secara fremature dan sekarang berat badannnya hanya 4 kilogram. Kata dokter sih anak saya itu terkena penyakit giji buruk,” ungkapnya kepada dikediamannya pada Rabu, 25 November 2015.

Bagi Rohayati, kesembuhan anaknya sangatlah penting. Namun hal itu tidak di dukung dengan biaya yang harus di butuhkan. Kata Rohayati, memang Latif pun sering merasa kesakitan dengan cara tubuh yang suka melengkung dan menangis.

“Kesembuhan untuk anak saya itu paling utama namun faktor ekonomi pak untuk biaya berobatnya. Dan memang anak saya ini sering merasa kesakitan dengan tubuh melengkung dan menangis,” katanya.

Lanjutnya, memang saran yang di berikan pihak puskesmas itu bagus. Kalau pun anaknya di rawat di rumah sakit pihaknya keterbatasan uang untuk berobat.

“Upaya untuk pengobatan yang ingin kami lakukan itu sangat ingin sekali, tetapi kami tidak punya uang. Untuk kebutuhan sehari – hari saja susah, boro-boro buat biaya berobat ke rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu dokter Puskesmas Carita, Immanuel mengatakan, kondisi pasien sampai saat ini baru berobat selama dua kali, hasil dari diagnosa dokter bahwa Latif ini mengidap penyakit gizi buruk.

“Latif ini memang terkena penyakit giji buruk yang berasal dari penyakit penyerta lainnya, yakni penyakit Tubercolosis/TBC,” katanya.

Menurutnya, memang kondisi Latif saat ini cukup memprihatinkan dengan tulang dada yang menonjol dan Latif sulit untuk bernafas. Agar bisa bernafas Latif suka melengkungkan tubuhnya. Kata Immanuel, pasien Latif ini seharusnya di rujuk ke rumah sakit.

“Latif seharusnya di rujuk ke RSUD Berkah Pandeglang untuk menjalani pengobatan di dokter spesialis anak. Dan Pemda Pandeglang pun sudah memberikan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), agar Latif bisa berobat secara gratis,” jelasnya.(rifa/LLJ)

Copyright @2018 FBn