Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Tak Punya Biaya untuk Berobat, Warga Kota Serang Kubur Anaknya
Galian tempat terapi Ofi untuk pengobatan.

Tak Punya Biaya untuk Berobat, Warga Kota Serang Kubur Anaknya

Serang, fesbukbantennews.com (16/4/2018) Seorang bocah laki-laki dari Kampung Kedayon Desa Kemanisan Rt. 07 Rw. 02 Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten,bernama Ahmad Musofi (6) hanya bisa terbaring di kasur lusuh di rumahnya.

Galian tempat terapi Ofi untuk pengobatan.

Bocah yang di duga mengidap Cerebral Palsy atau lumpuh otak ini tidak bisa menggerakan tubuhnya secara normal .

Akhir-akhir ini, Ahmad Musofi dikubur setengah badan di samping rumahnya. Sebagai terapi untuk penyakitnya.

“Sudah tiga mingguan (ofi) dikubur dan diurug tanah untuk mengobati penyakitnya, ” kata Solihin (38) orangtua Ofi, panggilan Ahmad Musofi, Sabtu (14/4/2018).

Ofi dan bapaknya ,Solihin , saat menerima kunjungan FBn.

Ahmad Solihin, yang kesehariannya hanya mengajar ngaji di rumahnya mengatakan, Ofi terpaksa menjalani terapi dikubur karena tak punya dana untuk membawa anaknya ke rumah sakit.

“biasanya sih saya bawa berobat dan terapi ke rumah sakit, tapi sudah tiga bulan terakhir ini ofi tidak berobat dan terapi lagi karna keterbatasan biaya” ujar solihin di temui relawan FBn, sabtu (14/4/2018)

Dulu, jelas solihin, untuk biaya berobat dan terapi di dapat kan dari berdagang telor asin mengambil dari teman untuk di jual kembali, tapi karna bangkrut saya tidak berjualan lagi.

Solihin menegaskan, sebenarnya kasihan melihat kondisi anak lelakinya yang kini tidak bisa berobat dan terapi lagi, karena tak memiliki uang yang cukup untuk membiayai berobat dan terapi serta ongkos transportasi.

“bukannya tidak ingin mengajak anaknya berobat dan terapi, tapi karna keadaan ekonomi dan sekarang sudah tidak berdagang sehingga tidak ada penghasilan lagi,” ungkap solihin

“BPJS sebenarnya punya, tapi sudah lama tidak sanggup lagi untuk membayarnya,semoga ada dermawan yang mampu membantu pengobatan anak kami,” tukasnya.

Selain itu, keluarga tersebut sudah 10 tahun tak memiliki air dan MCK. Hingga saat ini air untuk kebutuhan sehari-hari minta dari tetangga.

“Air untuk keperluan sehari-hari saya minta ke tetangga. Pengen sih punya air, ngebo lah. Tapi tidak punya uang, ” kata dia.

Dia juga berharap ada donatur membuat kan sumber air dan MCK.selain untuk keperluan sehari-hari,juga untuk anak santrinya yang belajar kitab kepadanya.

” semoga juga ada yang membantu membuatkan MCK, biar tidak buang air ke kebon, ” harapnya.

Rencananya , Relawan FBn akan melakukan penggalangan dana Guna membuatkan sumber air dan juga membangun MCK.

Jika ada yang mau menyisihkan rizkinya, bisa hubungi Relawan FBn: Bagja : +62 878-0956-2003.(LLJ).

Penulis : Bagja Kudrata.

Copyright @2016 FBn