Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Tak Dilayani Rawat Inap, Prayudi Pertanyakan Pelayanan Yakes Telkom
, seorang mantan pensiunan PT Telkom Indonesia (Persero) ,Prayudi (61 tahun).(ist)

Tak Dilayani Rawat Inap, Prayudi Pertanyakan Pelayanan Yakes Telkom

Serang,fesbukbantennews.com (28/9/2017)-Prayudi (61), seorang mantan pensiunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak Yakes Telkom beberapa waktu lalu karena tidak mendapatkan fasilitas untuk menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang, beberapa waktu lalu.

, seorang mantan pensiunan PT Telkom Indonesia (Persero) ,Prayudi (61 tahun).(ist)

Menurut Prayudi yang sudah puluhan tahun menjadi peserta Yakes Telkom menyesali atas sikap yang dilakukan oleh Yakes telkom atas dirinya sehinga atas kejadian tersebut harus merogoh uang sendiri untuk membiayai pengobatan penyakit jantung yang ia derita di awal bulan juli 2016 lalu hingga kini.

“Saya anfal di Juli 2016, masuk RSUD Aji Dharmo di Rangkasbitung, karena kurang fasilitas saya di rujuk ke Sari Asih serang karena menjadi rumah sakit rujukan Yakes telkom, masuk IGD dan dokter (David firmansyah) menyarankan untuk di rawat inap tapi oleh petugas yang terkait pada rumah sakit tersebut kamar sudah penuh, dan di suruh mencari sendiri rumah sakit yang dapat merawat inap ujar Prayudi Rabu (27/9/2017).

Bukan karena kamar penuh, belakang Prayudi yang mantan pensiun di tahun 2003 tersebut baru tahu ternyata pihak rumah sakit tidak mendapatkan ijin dari pihak Yakes telkom untuk mendapatkan fasilitas rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih Serang.

“Dokter Sari asih Serang mengharuskan saya dirawat tapi pihak Sari Asih bilang tidak ada kamar, Saya harus di opname tapi kamar tidak ada, harusnya saya masuk ICU sambil menunggu kamar ada. belakangan dia (rumah sakit Dari Asih Serang-red) bilang tidak ada ijin dari Yakes itu disampaikan pihak Sari Asih serang saat pertemuan triparti, (yaitu pihak yakes telkom/pihak RS Sari Asih Serang/Prayudi dengan dua orang pengacara) tapi itu dibantah oleh Yakes telkom,” imbuhnya.

Kekesalan Prayudi memuncak saat pihak Yakes Telkom seakan menutup diri dan tidak beritikad baik.

“Dari Juli bahkan sebelomnya (2016-red) tidak ada itikad baik dari Yakes telkom. Secara prosedural sudah ditempuh dengan pihak Yakes telkom, ini wanprestasi (Yakes telkom Ingkar), berkali-kali saya minta PKS (perjanjian kerjasama-red) (Yakes Telkom dengan rumah sakit sari asih serang dan AD/ART Yakes telkom) ke yakes telkom pusat di bandung tapi tidak ada tanggapan,”(antara lain saudara argo) jelasnya.

Atas hal tersebut iapun telah membuat laporan ke kepolisian Polda Banten namun hingga kini belum ada penyelesaian dan sebagai yang dirugikan iapun meminta pihak Yakes Telkom untuk segera mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

“Klimaks Desember 2016. Saya laporkan ke polisi tapi belum ada penyelesaian secara tuntas sampai sekarang,” Pungkasnya.

Menurut informasi bukan saja Prayudi yang mengalami hal tersebut namun juga beberapa peserta lainnya yang bernasib sama dengannya. (LLJ)

Kiriman dulur FBn:Ayatullah Humaini Latief Yatezt

Copyright @2016 FBn