Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Suami Rela Nyopet Demi Istri Yang Cerewet

Suami Rela Nyopet Demi Istri Yang Cerewet

Serang,fesbukbantennews (12/6/2015) – Dalih untuk memenuhi tuntutan istri yang cerewet, yang minta dibelikan perabotan rumah tangga, membuat Aslami (28) nekat menjadi pencopet. Pemuda asal Lampung ini nekat mencopet dompet Gita Kartika, karyawati Bank Saudara di kawasan Cijawa, Kota Serang, Jumat (12/6/2015) pagi tadi.

Tersangka penjambret di Mapolsek Serang Kota.(LLJ)

Tersangka penjambret di Mapolsek Serang Kota.(LLJ)

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pagi tadi saat Gita akan berangkat menuju kantor dari kawasan Patung, kemang, Kota Serang. Pelaku yang sudah berada di dalam angkot langsung mengincar korban yang membawa tas tangan.

“Dia (pelaku) mepet-mepet saya pas melintas di IAIN Serang. Tapi saya nggak ngeh. Kayaknya dompet saya diambil antara Ciceri – Cijawa. Di dompet ada uang Rp170 ribu, dan dua kartu ATM,” terang Gita usai membuat laporan di Polsek Serang, Jumat (12/6/2015).

Setelah berhasil menyikat dompet korban, Aslami kemudian mulai melakukan transaksi dengan kartu ATM yang berada di dalam tas korban. “Ada nomor pin di dalam tas. Saya beli rokok di Alfamidi (Cijawa),” kata tersangka Aslami.

Di ritel tersebut Aslami membeli satu pak dji sam soe, dua pak sampoerna mild dan dua pak clas mild. “Bayarnya pakai kartu,” katanya.

Usai berbelanja menggunakan ATM Mandiri, pelaku kemudian menuju kawasan Royal, Pasar Lama Serang. Di sana pelaku kemudian mencoba melakukan transaksi dengan membeli televisi dan barang elektronik lainnya dengan total Rp6 juta.

“Saya sadarnya ketika setengah jam kemudian ada SMS Banking ke hape saya. Pelaku rupanya akan membeli elektronik di toko Pulau Indah, Pasar Lama, Serang,” terang Gita.

Mendapat SMS Banking tersebut Gita baru sadar bahwa dompetnya telah dicopet pelaku. Ia pun langsung memblokir ATM dan membatalkan transaksi melalui ponselnya. “Saya langsung samperin ke sana,” ujar Gita.

Tiba di toko Pulau Indah, Gita langsung mendatangi toko yang dimaksud. Di sana pemilik toko membenarkan adanya pembeli yang menggunakan kartu kredit.

Tidak berapa lama kemudian pelaku datang dan langsung berusaha melarikan diri ketika melihat korban dan rekannya. Saat lari itu, korban meneriakinya ‘maling’. Warga yang mendengar itu kontan mengejar korban dan langsung menghajar korban beramai-ramai.

Usai dihajar warga, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Serang.

Kepada wartawan, pelaku mengaku sebagai warga Malang. Namun logat pelaku tidak menunjukkan bahwa ia berasal dari Malang. Dari ponsel pelaku, salah seorang wartawan kemudian baru mengenali bahwa pelaku menggunakan bahasa Lampung.

“Ita tapi saya dari Malang. Saya sopir angkot. Baru sehari di Serang,” kilahnya.

Kanit Reskrim Polsek Serang Ipda Shilton membenarkan telah terjadi pencopetan. “Pagi tadi sekira 07.30 Wib tersangka melihat sasaran di angkot. Ia pun mendekati korban dan mengambil dompet korban,” terangnya.

Dikatakan Shilton, pelaku menguras isi ATM korban dengan melakukan transaksi di beberapa toko. “Pelaku sempat diamuk massa, terjadi kejar-kejaran dan berhasil diamankan,” pungkasnya.

Akibat aksinya, pelaku dapat dikenai pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan diancam dengan penjara selama lima tahun.(LLJ)

Copyright @2016 FBn