Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Siswa SD di Cilegon Pelajari IPA Lewat Eksperimen Menyenangkan

Siswa SD di Cilegon Pelajari IPA Lewat Eksperimen Menyenangkan

Cilegon,fesbukbantennews (8/2015) – Pelajaran IPA dengan memahami konsep perpindahan dan perubahan energi bukan perkara mudah bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) di semester genap.
Lain halnya dengan yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Langon, Cilegon, Sabtu (7/3/2015) kemarin. Siswa di MIN tersebut nampak mudah mempelajari IPA dengan memahami konsep perpindahan dan perubahan energi.

Siswa SD di Cilegon Pelajari IPA Lewat Eksperimen Menyenangkan

Siswa SD di Cilegon Pelajari IPA Lewat Eksperimen Menyenangkan

Mahpudin, salah seorang praktik ajar Training of Trainer Modul 2 di Kohor 2 yang meliputi Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang yang diselenggarakan oleh USAID PRIORITAS mempraktikkannya lewat eksperimen sederhana tersebut.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 4-9 Maret 2015 ini diikuti oleh 30 Peserta dan dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas (Dikdas) Provinsi Banten, Akhmad Yani.

“Anak-anak, apa yang terjadi jika kalian memegang wajah penggorengan tanpa menggunakan kain waslap?” tanya Mahpudin kepada siswa. Siswa pun saling bersahutan memberikan kesaksian saat mereka memegang wajan penggorengan tanpa kain waslap.

Siswa yang sudah terbagi kelompok di kelas, kemudian diberikan peralatan sederhana berupa lilin, korek api, lidi, kawat, sendok logam, sendok plastik, pensil dan ranting kayu dan gelas. Masing-masing kelompok yang sudah mendapatkan peralatan menguji benda-benda yang diberikan dengan lilin yang menyala untuk menguji jenis benda yang dipanaskan di atas lilin. Siswa mengamati berbagai jenis benda yang diujikan tersebut. Salah seorang dari siswa kemudian mencatat hasil eksperimen sederhana dalam lembar kerja. Laporan siswa per kelompok dapat berupa poster, teks tertulis dan brosur yang menjelaskan sifat benda konduktor dan isolator yang ditemukannya dalam eksperimen mereka. Laporan siswa bisa berupa teks, poster atau brosur yang akan dipajang dalam dinding kelas sehingga menjadi sumber belajar bersama.

Usai eksperimen sederhana tersebut, Mahpudin pun meminta setiap kelompok untuk tampil menyampaikan hasil laporannya. “Sekarang setiap presentasi kelompok, saya pun mulai mempertimbangkan gender di antara mereka. Tidak melulu siswa lelaki atau siswa perempuan saja yang berbicara dan tampil di depan. Saya berharap setiap siswa dapat menunjukkan potensinya di dalam kelompok sendiri dan presentasi di kelas.” tambahnya di sela-sela presentasi kelompok.

Di akhir pembelajaran, siswa ditanya mengenai pengalaman eksperimen sederhana yang baru saja dilakukannya. Beberapa perwakilan siswa pun menjawab serupa bahwa pembelajaran yang baru saja mereka lakukan itu menyenangkan. Masing-masing siswa pun menuliskan pengalaman pembelajaran di lembar refleksi.

Lain Mahpudin lain pula, Siti Khodijah , yang juga turut serta terlibat dalam praktik ajar di MIN Langon, Cilegon (7/3). Ia tampil mempraktikkan pembelajaran tematik di kelas awal. Sebagai guru di SDN Jelupang I, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, ia merasa pengalaman pelatihan yang diberikan USAID PRIORITAS memberikan nuansa baru. Tidak hanya diberikan penguatan, tetapi lewat persiapan dan praktik ajar membantu peserta untuk lebih terarah dan matang sebelum menularkannya kembali ke rekan guru yang lain.

“Lewat praktik ajar yang saya alami hari ini, saya bisa cerita ke rekan-rekan guru yang lain bahwa kita bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran. Saya ajak siswa untuk keluar kelas, mengamati bagian-bagian dari tumbuhan yang ditemukan di lingkungan sekolah. Kemudian mereka mencatat hasil temuannya tersebut. Siswa tampak menyukai kegiatan tersebut.” ujar Siti sekali lagi sambil memantau kelompok siswa yang sedang mengamati tanaman di sekitar sekolah.(LLJ)

Copyright @2016 FBn