Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Sholeh Hidayat : Kualitas Guru Tentutan Mutu Pendidikan

Sholeh Hidayat : Kualitas Guru Tentutan Mutu Pendidikan

Serang,fesbukbantennews.com (18/12/2015) – Mengawali sambutannya di depan dosen-dosen instruktur pendidikan profesi guru atau disingkat PPG,  Prof. Sholeh Hidayat , Kamis (17/12/2015) kemarin, Rektor UNTIRTA mengatakan pentingnya kualitas guru bagi penentuan mutu pendidikan kita, khususnya di Provinsi Banten. LPTK sebagai tempat mendidik guru seharusnya memiliki peran yang besar dalam memajukan pendidikan nasional. Demikian pernyataan ini disampaikan saat membuka secara resmi lokakarya peningkatan kapasitas bagi instruktur PPG kerjasama LPTK Banten dengan USAID PRIORITAS.

Rektor UNTIRA, Prof. Sholeh Hidayat didampingi Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS, Rifki Rosyad dalam pembukaan lokakarya

Rektor UNTIRA, Prof. Sholeh Hidayat didampingi Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS, Rifki Rosyad dalam pembukaan lokakarya

Acara yang diadakan selama tiga hari, 17-19 Desember 2015 diikuti oleh sejumlah dosen yang berasal dari dua lembaga terbesar pencetak guru di Banten, UNTIRTA dan IAIN SMH. “Peserta lokakarya ini adalah dosen-dosen UNTIRTA dan IAIN SMH yang juga merupakan instruktur pelaksana sertifikasi guru,” ujar Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS.

Lebih lanjut Rifki menjelaskan tujuan spesifik lokakarya sebagai upaya memperkuat pelaksanaan pendidikan profesi guru di Banten. Dia berkata, “Secara khusus lokakarya ini bertujuan untuk mengarahkan dosen yang menjadi instruktur PPG untuk melaksanakan pembelajaran aktif. Kedua tentunya mengembangkan jurnal refleksi. Ketiga, para pendidik dilatih untuk mengembangkan pertanyaan tingkat tinggi bagi siswa. Selanjutnya, mereka mampu menyusun perangkat penilaian auntentik. Terakhir, kami berharap lokakarya ini mampu menyiapkan perangkat pembelajaran yang mumpuni bagi guru.”

Yayu Heryatun, Dosen IAIN SMH menuturkan pengalamannya sebagai dosen dalam mempraktikkan pembelajaran aktif. “Awalnya menerapkan pembelajaran aktif itu tidak mudah. Namun strategi tersebut mampu membuat suasana perkuliahan terasa dinamis dan mendorong penyampaian materi yang efektif,” kata Yayu. Yayu yang berperan sebagai fasilitator menambahkan, “Lokakarya ini lebih dari sekedar teori, tetapi mereka sebagai peserta mempraktikkan langsung bagaimana penerapan pembelajaran aktif itu nantinya.”

PPG merupakan program lanjutan yang harus ditempuh mahasiswa calon guru sebelum mengajar. Sebelum lokakarya, para fasilitator telah dilatih bersama oleh Kemristek Dikti dan USAID PRIORITAS di tingkat nasional pada awal Desember lalu. “Harapannya adalah dosen yang telah mengikuti lokakarya ini dapat memfasilitasi kegiatan sertifikasi guru (sergur) lebih baik lagi,” ujar Dr. Naf’an Tarihoran, Spesialis Pelatihan Guru Provinsi Banten USAID PRIORITAS selaku ketua penyelenggara.(LLJ)

Kiriman : Anna R, Usaid Prioritas.

Copyright @2018 FBn