Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Selain Temukan Proyektil Peluru, Polres Pandeglang Periksa 10 Saksi Terkait Ibu Korban Peluru Nyasar

Selain Temukan Proyektil Peluru, Polres Pandeglang Periksa 10 Saksi Terkait Ibu Korban Peluru Nyasar

Pandeglang,fesbukbantennews (16/3/2015) – Terkait kasus tewasnya seorang ibu rumah tangga akibat diduga peluru nyasar polisi Jakarta, Titin (35), warga Kampung Ciseukeut Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (12/3) lalu,Polres Pandeglang telah memeriksa 10 saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Selain mengamankan proyektil peluru dari tubuh korban.

Korban peluru nyasar panimbang pandeglang

Korban peluru nyasar panimbang pandeglang

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto menyatakan, ke 10 saksi itu terdiri dari warga, pihak keluarga dan anggota Polsek Kembangan – Jakarta Barat. Selain itu, pihaknya sudah menyita sebuah proyektil (peluru) yang sebelumnya bersarang ditubuh korban, tepatnya dibagian dada sebelah kiri.

“Peluru itu warnanya putih, dari timah. Selain itu, kami juga amankan pakaian korban,” kata AKP Gatot, Minggu (15/3/2015) kemarin.

Gatot juga mengatakan, Pihaknya juga menegaskan, tim penyidikan khusus (timsus) masih mendalami Tempat Kejadian Perkara (TKP). Khawatir masih ada barang bukti (BB) lainnya, yang masih belum berhasil ditemukan di TKP. Untuk proyektil yang sudah diamankan, akan dikirim ke Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar (Mabes) Polri.

Meski demikian, Gatot masih enggan membeberkan jenis senjata api (Senpi) yang digunakan, dan asal peluru itu dikeluarkan. Karena, sampai saat ini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka (pelaku) dari kasus dugaan salah tembak tersebut. “Nanti lah, masih kami dalami soal itu,” tambahnya.

Namun, jelas Gatot, semua yang dilakukan, tambahnya, atas petunjuk dan perintah pimpinan yaitu Kapolres dan Kapolda Banten. Dengan demikian, setiap langkah penyelidikan dan penyidikan yang dilakukannya, selalu dilaporkan kepada atasannya.

Sebelumnya diberitakan, sehari paska terjadinya penembakan warga Kampung Ciseukeut, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Titin (35). Jajaran anggota Reskrim Polres Pandeglang, langsung melakukan penyelidikan dilokasi dan pendalaman. Pihaknya meminta keterangan saksi, dan mencari sejumlah barang bukti.

Kapolda Banten Brigjend Pol Boy Rafli Amar menyatakan, prihatin dengan kejadian pada Kamis (12/3) lalu. Saat ini, pihaknya sudah mengamankan lima orang anggota polisi dari Jakarta Barat, untuk menggali  informasi dan keterangan.

“Kami sudah gali keterangan dari tim yang bertugas dalam melakukan pengejaran pelaku kejahatan diwilayah Panimbang tersebut. Proyektil yang bersarang pada korban, juga sudah kami amankan. Namun, kami belum bisa memastikan milik siapa peluru itu, apakah milik anggota atau pelaku kejahatan yang di kejar,” jelasnya, kepada wartawan di Pandeglang, Jumat (13/3).

Pihaknya, lanjut Boy, sudah melakukan koordinasi dengan atasan anggota polisi dari Polres Jakarta Barat, khususnya untuk mereka yang bertugas dalam pengejaran pelaku kejahatan. Namun, saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, sebab masih dalam penyelidikan dan pendalaman.

Diketahui, seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pencari Supa (Jamur Jarami) Titin (35), warga Kampung Ciseukeut Barat Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang. Ibu tiga anak ini tewas, diduga akibat salah tembak seorang anggota kepolisian.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 05.30 Wib disebuah hamparan sawah milik orang Jakarta yang selama ini digarap Jamuri (35), warga Kampung Tarikolot Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang.

Seorang saksi mata Halimi (45) warga Kampung Haur Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang menyatakan, pagi itu ia sedang berada di kios warungnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Tiba-tiba ia kedatangan seseorang yang tidak dikenalnya, mengendarai sebuah motor Vixion.

“Orang itu memberi tahu saya, ada mayat perempuan di sawah. Saya tidak kenal orang itu. Sepertinya bukan warga sini,” kata Halimi, kepada wartawan, Kamis (12/3). (abu wildan/LLJ)

Copyright @2016 FBn