Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » MPS : Sah-sah Saja Kurdi Matin Dicopot, Asalkan….

MPS : Sah-sah Saja Kurdi Matin Dicopot, Asalkan….

Serang,fesbukbantennews.com (30/8/2015) – Ketua Majelis Pesantren Salafi (MPS) Banten , KH Matin Sarkowi mengatakan, Sekda Banten H Kurdi Matin, sah-sah saja diusulkan dicopot jabatannya oleh Gubernur Banten Rano Karno. Asalkan usulan pencopotan tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Kyai dan Ulama gelar konfres di Pesantren Fathaniah, Tembong, kota Serang.(LLJ)

Kyai dan Ulama gelar konfres di Pesantren Fathaniah, Tembong, kota Serang.(LLJ)

Demikian dikatakan Matin Sarkowi saat konferensi pers di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Minggu (30/8:2015).

“Sah-sah saja Gubernur Banten mencopot sekda. Asalkan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Matin.

Akan tetapi, lanjut Matin, yang terjadi saat ini, yakni usulan pencopotan yang dilakukan Gubernur Banten tidak mempunyai dasar yang jelas. Bahkan membuat kondisi Banten menjadi gaduh . “Alasannya pun tidak jelas. Apakah sekda Banten tidak bisa bekerja, atau karena youtube,” kata Matin.

Kalau saja alasan Rano ingin memecat Kurdi adalah youtube,maaka berarti Rano sudah melecehkan hukum. Lantaran masalah youtube sedang ditangani Polda Banten.
“Tolong dijawab apa kesalahan Kurdi Matin sehingga ia diberhentikan. Kalau jawabannya masih youtube lagi, Rano harus ditangkap, karena dia sama sekali tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan” tegas Matin.

Meski demikian, jelas Matin, dirinya memastikan,bahwa tidak ada kepentingan apapun dari para kiyai. Ia hanya menyayangkan pernyataan rano yang sembrono dan terkesan tidak menghargai kultur Banten serta menyinggung para kiyai.

“Kami tidak ada kepentingan dengan persoalan jabatan Kurdi Matin, tetapi keliatan Rano ini sembrono, tidak menghargai kultur Banten. Semestinya dia sowan (silaturahmi) dulu ke para kiyai, jangan dianggap sepele kita (para kiyai)  ini” kata Matin.

Akibat dari pernyataan yang tidak jelas dasar aturannya ini, terang Matin, Banten menjadi gaduh. Dan terjadi kebisingan politik yang mengganggu ketentraman di Banten.

“Harusnya jangan dipublikasikan dulu mengenai pemecatan sekda. Ini belum juga ada kepres sudah disebarluaskan. Harusnya begitu ada kepres, maka boleh diekspos,” terangnya.
Oleh karena itu, kata Matin, Rano karno harus meminta maaf kepada masyarakat Banten atas ucapannya yang tak berdasar.” kedua, Gubernur harus menjelaskan kepada masyarakat mengenai pemecatan sekda, ” ungkap Rano.(LLJ)

Copyright @2018 FBn