Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Rully, Lima Tahun Dampingi Pasien Miskin di Banten Tanpa Dana Pemerintah

Rully, Lima Tahun Dampingi Pasien Miskin di Banten Tanpa Dana Pemerintah

Serang,fesbukbantennews.com (29/10/2015) – Namanya Rdn Rully Agustyiawan, kelahiran Serang Agustus 1992. Saat ini, Rully masih aktip dan tercatat sebagai mahasiswa Agri Bisnis di Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten. Sudah lima tahun mengabdikan diri menjadi relawan FESBUK BANTEN News (FBn) untuk berbakti kepada Banten mendampingi pasien miskin, rehab rumah ambruk, bencana alam dan sopir ambulance gratis.

Rdn Rully Agustyiawan.(ist)

Rdn Rully Agustyiawan.(ist)

Ditengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rully selalu siaga jika ada warga miskin di Banten yang membutuhkan pendampingan atau bantuan. Dan tak jarang dia tak pulang ke rumahnya di Kawasan Serdang, Kabupaten Serang berhari-hari.
Meski demikian, orangtua Rully merestui aktivitas Rully. “Tapi selalu mantau melalui HP,jika saya sedang melaksanakan tugas mengabdi untuk rakyat Banten,” kata Rully.
Ia mengisahkan, mulai bergabung menjadi relawan FBn sejak November 2011 lalu. Saat banjir besar di Banten yang mengakibatkan putusnya Jalan Tol Jakarta-Merak. “Saat itu banjir di Banten dan sangat banyak lokasi yang terkena banjir. Kebetulan FBN buka Posko peduli banjir. Saya gabung. Dan sampai sekarang masih aktip mendampingi masyarakat. Miskin yang butuh bantuan,” kata Rully.

Furqon, bocah penderitaa tumor asal trumbu,kota Serang.(LLJ)

Furqon, bocah penderitaa tumor asal trumbu,kota Serang.(LLJ)

Saat ini, lanjut Rully, meski tidak ada banjir, relawan-relawan terus bergerak membantu pasien miskin, rumah ambruk, korban kebakaran, atau antar-jemput warg miskin yang membutuhkan ambulance. “Kita ada ambulance gratis untuk warga miskin. Satu senpun tak kita pungut bayaran,” ujarnya.
Untuk pendampingan pasien, jelas Rully, dia dan teman-teman relawan lain sudah puluhan bahkan mungkin ratusan pasien miskin yang sudah didampingi. “Yang terbaru adalah pasien tumor dan lupus dari Pandeglang,” jelasnya.
Semua pasien tersebut, tegas Rully tak dipungut bayaran. Dan untuk membiayai pasien-pasien tersebut bukan dari APBD atau APBN.Melainkan ari donatur yang tak terikat.”seperti teman-teman atau pembaca FBn,” kata Rully.

Eliyatul Iklas, bocah penderita AVM asal Carita Pandeglang.

Eliyatul Iklas, bocah penderita AVM asal Carita Pandeglang.

Rully sendiri mengaku, selama lima tahun tak mendapat honor atau gaji. “Allah maha adil, kami selalu diberikan kecukupan meski tidak ada gaji atau honor,” terangnya.

“Saya bergabung menjadi relawan karena saya ingin bisa lebih maksimal lagi dalam membantu sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rully.
Dia juga mengaku, sebenarnya sangat banyak pasien miskin di Banten yang membutuhkan perhatian. Dan pemerintah kurang tanggap perihal pasien miskin.

“Tapi kami relawan sepakat, menghujat pemerintah bukan solusi. Kami hanya terus berbuat dan berbuat untuk mencari solusi bagi rakyat miskin,” tegasnya.

Selain itu, sambung Rully, dia dan relawan ingin warisan nenek moyang kita yang selalu gotong royong membantu masyarakat.”dan saat ini, jiwa sosial masyarakat yang gmear tolong-menolong serta gotong-royong mulai menipis,” terangnya.
Inilah beberapa pasien miskin dan rumah ambruk yang pernah didampingi Rully :

1. Ellyatul Iklas (11 tahun) warga Carita,Pandeglang (penyakit AVM).

2. Jhohan (28) warga Saketi Pandeglang, diamputasi kakinya ,karena membusuk bekas didigit ular .

3 Nawasi, balita pemakan batu bata, kasemen Kota Serang.

4. Furqon (11 tahun) penderita tumor, warga Trumbu, kassemen,kota Serang.

5. Pembangunan rumah ambruk milik pak Juned, Desa Kebanyakan, kota serang.

6. Pembangunan rumah Tia/Agung, yang ambruk di Curug,kota Serang.

Dan sangat banyak yang tidak bisa disebutkan.

Andaikan di setiap kecamatan di Banten ada satu Rully. (LLJ)

Copyright @2018 FBn