Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Rano Hadiri Seren Taun Cisungsang 2016
Gubernur Banten Rano Karno meninjau dapur umum warga Cisungsang.(mang ripin)

Rano Hadiri Seren Taun Cisungsang 2016

Lebak,fesbukbantennews.com (28/8/2016) – Gubernur Banten Rano Karno menghadiri acara adat Seren Taun di Cisungsang. Acara yang puncaknya jatuh pada hari minggu 28 Agustus ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terlebih dengan kehadiran Gubernur Banten.

Gubernur Banten Rano Karno meninjau dapur umum warga Cisungsang.(mang ripin)

Gubernur Banten Rano Karno meninjau dapur umum warga Cisungsang.(mang ripin)

 

Dalam sambutannya, gubernur mengapresiasi acara yang mengangkat nilai luhur masyarakat lokal,. Gubernur juga berjanji untuk menjadikan Seren Taun sebagai agenda wisata nasional dan berharap acara ini lebih mendapat sambutan yang lebih besar saat perayaan tahun yang akan datang.

 

” Saya berusaha untuk menjadikan acara adat ini menjadi agenda wisata nasional” kata gubernur. ” dan saya berharap, tahun depan acara ini kebih meriah” sambungnya.

 

Selesai melaksanakan prosesi adat Seren Taun, gubernur didampingi Sekda dan jajarannya berkenan mengunjungi dapur umum warga yang digunakan untuk memasak seluruh kebutuhan konsumsi pengunjung Seren Taun.

 

Seren Taun (Serah Taun) merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh Masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa setelah panen padi dilaksanakan. Seren Taun merupakan akhir dan awal kegiatan sosial masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang. Disebut akhir, karena pada ritual Seren Taun seluruh Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang memberikan laporan aktivitasnya selama setahun ke belakang; disebut pula sebagai awal, karena pada ritual ini Kepala Adat (Abah Usep Suyatma Sr) memberikan wejangan-wejangan dan bekal untuk aktivitas setahun ke depan.

 

Ritual ini juga merupakan ajang silaturahmi antara anggota masyarakat kasepuhan dengan Ketua Adat, di mana masyarakat Kasepuhan melaporkan kegiatan selama setahun kepada Kepala Adat (ABAH). Seren Taun melibatkan seluruh masyarakat Kasepuhan yang dipimpin oleh Kepala Adat (Abah). Setelah menentukan Waktu pelaksanaan ritual, kemudian Abah mengundang para penasehat, perangkat Kasepuhan dan para Rendangan (perwakilan Masyarakat adat), tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, kecamatan, kepolisian dan menyampaikan rangkaian kegiatan yang dimaksud.

 

Ritual Adat Seren Taun yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam, bertempat di IMAH GEDE, yaitu tempat kediaman Abah, diisi dengan berbagai kegiatan dan ritual adat. Ritual Adat Seren Taun juga merupakan puncak siklus dari Tradisi Masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan dan menghargai Padi (dalam kepercayaan Masyarakat Kasepuhan Cisungsang, Padi diposisikan sebagai Dewi Sri). (mang ripin/LLJ)

 

Copyright @2016 FBn