Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Rano Ajak Semua Pihak Tangkal ISIS

Rano Ajak Semua Pihak Tangkal ISIS

Serang,fesbukbantennews (17/4/2015) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno mengajak semua pihak guna mengantisipasi keberadaan dan Pengaruh ISIS, baik dalam lingkup nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga ke pelosok desa sehingga dapat dilakukan deteksi dini terhadap keberadaan dan pengaruh paham ISIS.

Rano tolak ISIS (foto: humas Banten)

Rano tolak ISIS (foto: humas Banten)

“Kita yakin bahwa ISIS memiliki sedikit dukungan di indonesia, tetapi resiko besar apabila kita meremehkan ancaman perekrutannya, apalagi pengalaman terakhir dari radikalisasi ISIS muncul di seluruh dunia menunjukan bahwa indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih besar lagi dari sebelumnya” kata Plt Gubernur Rano Karno dalam acara Tatap Muka dan Kunjungan Kerja Wakapolri dengan Pemerintah Daerah, Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di Pendopo KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (16/4/2015) kemarin.

Dalam kesempatan ini kunjungan Wakapolri di wakili oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam)  Polri Komjen Putut Eko Bayuseno bersama tokoh NU KH Hasyim Muzadi.

Menurut Plt Gubernur, gerakan ISIS telah menjadi perhatian dunia dan merupakan ancaman keamanan yang paling serius sejak tahun 2013 lalu. kelompok ini telah dinyatakan sebagai organisasi teror oleh negara-negara arab dan PBB. “Sepak terjang ISIS yang mempertontonkan kekejaman telah menuai kecaman dari masyarakat seluruh dunia. ISIS merupakan musuh global yang memanfaatkan jaringan sosial untuk menargetkan mangsanya,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, lanjut Plt Gubernur menyebutkan sebanyak 53 ormas dan ponpes yang tergabung dalam front masyarakat banten anti ISIS telah menyatakan sikap menolak ISI, hal itu membuktikan bahwa masyarakat Banten memberikan dukungan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk bertindak cepat dan tegas mencegah berkembangnya ISIS di tanah air khususnya di banten. “Banten memiliki posisi sangat strategis sebagai penyangga ibu kota yang mudah diakses baik dari jalur darat, laut dan udara. Ini dikhawatirkan dapat berpotensi dijadikan basis oleh kelompok ISIS untuk mengembangkan jaringannya. Ini terbukti pada tahun lalu ISIS mendeklarasikan di UIN Syarif Hdiayatullah Jakarta yang lokasinya berada diwilayah Kota Tangsel dan disusul penangkapan anggota ISIS di beberpa tempat di Tangsel,” ujar Rano.

Plt Gubernur juga mengajak seluruh element masyarakat banten untuk meningkatkan kewaspadaan serta melawan dan mencegah paham atau gerakan ISIS masuk ke wilayah banten.

Terkait titik rawan penyebaran ISIS di Banten, Kabarhakam Polri Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno mengatakan,  sejauh ini Banten masih aman dan belum ada indikasi penyebaran paham ISIS. Meski demikian, pihaknya terus mewaspadai dengan adanya kegiatan-kegiatan sosialisasi anti ISIS di setiap kegiatan masyarakat.  Ia juga menegaskan akan merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menangkal faham radikalisme dan ISIS di kalangan masyarakat.

“Itu kita terus lakukan (tangkal ISIS), dengan melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh pesantren, ormas-ormas keagamaan, terus kita melakukan komunikasi intensif, untuk bagaimana berupaya bersama menangkal paham-paham yang bertentangan itu,” jelas mantan Kapolda Banten itu.

Sementara itu Tokoh NU yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) KH Hasyim Muzadi membeberkan beberapa kendala yang dialami pemerintah terkait penanggulangan gerakan radikalisme termasuk gerakan ISIS yang sudah menjadi ancaman di Indonesia. Kendala dan kesulitannya adalah soal kewaspadaan nasional.

“Penangkalan terorisme pada radikalisme baru pada hilir bukan pada hulu. Hulunya sama sekali tidak tersentuh sehingga harus bersama ulama berkualitas dan harus dilindungi.  tugas untuk menangkal dan menangani radikalisme tidak hanya tugas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, juga tugas dari para ulama dan umarok yang ada di Indonesia,” tuturnya.

“Saya mau bukan polisi yang mengantisipasi dan mencegah tumbuhnya radikalisme di Indonesia karena polisi kalah dalil sama mereka. Harus diatur juga dalam manajerial tidak dilepas sendiri-sendiri tugas dari para ulama dan umarok untuk mengantisipasi munculnya gerakan radikalime,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan ikrar ulama dan tokoh masyarakat se-Banten dalam rangka menolak paham dan gerakan ISIS. Ikrar dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan oleh sejumlah tokoh masyarakat, kiyai,  alim ulama, tokoh pemuda, dan perwakilan masyarakat.

“Dengan kesepakatan ini, kami menolak paham radikal ini, karena jelas bertentangan dengan nilai luhur pancasila. Maka, mari kita cegah bersama-sama,”  tegas Zakaria Syafei dari MUI Banten. Zakaria menegaskan beberapa kesepakatan tersebut perlu kerja sama antara masyarakat dan kepolisian untuk mewujudkannya.(hmsbtn/LLJ).

Copyright @2016 FBn