Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pupuk Bersubsidi Langka di Serang Timur, Petani Gelisah
Ilustrasi.(foto:google)

Pupuk Bersubsidi Langka di Serang Timur, Petani Gelisah

Serang,fesbukbantennews.com (15/12/2016) – Petani di Desa Tirem, Kecamatan Lebak Wangi (serang timur) , Kabupaten Serang gelisah. Akibat langkanya pupuk bersubsidi jenis urea, SP-36 dan NPK di pasaran. Padahal pupuk sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi tanaman padi.

Ilustrasi.(foto:google)

Ilustrasi.(foto:google)

“Saat ini pupuk susah didapat. Saya sudah cari kesana-kemari, datangi agen di Ciruas terus lari ke agen di Pontang ternyata sama habis sama sekali tidak ada barangnya,” kata Al Fandi Al Rosyid petani warga Desa Tirem, Kecamatan Lebak Wangi, Kamis (15/12/2016).

Fandi mengungkapkan, pupuk mulai susah dicari semenjak memasuki bulan Desember. Bertepatan dengan musim tanam padi.

“Saat ini usia tanaman sudah dua pekan, sedang butuh-butuhnya pupuk agar dapat tumbuh subur. Namun jika dalam waktu dekat pupuk tidak ada maka hasil produksi bisa menurun drastis sehingga membuat kami menjadi rugi,” katanya.

Fandi berharap, pemerintah secepatnya turun tangan membantu menyediakan pupuk agar mudah didapat.

“Katanya pemerintah konsen meningkatkan hasil pertanian tapi untuk mendapatkan pupuk-nya saja sulit. Bagaimana petani mau sejahtera kalau kebutuhan utamanya saja tidak dipenuhi,” katanya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Serang Yuli Saputra menuturkan, pupuk yang saat ini langka ialah pupuk bersubsidi kalau non subsidi pasokannya masih tersedia.”Hanya saja dari segi harga untuk pupuk non subsidi lebih mahal. Harganya dua kali lipat dari harga pupuk bersubsidi,” katanya.

Lebih lanjut Yuli mengatakan, terjadinya kelangkaan pupuk sebetulnya oleh pihaknya sudah diantisipasi dari semenjak bulan Oktober mendatang setelah menerima laporan kalau serapan pupuk di Kabupaten Serang sudah mencapai 85 persen. Jika sudah begitu berarti pasokan pupuk terancam habis di bulan November.
“Sebelum itu terjadi kami mengajukan tambahan kuota  pupuk sebanyak 1500 ton kepada provinsi dan Kementerian Pertanian. Namun direalisasikan hanya 900 ton yang diturunkan pada awal bulan Desember lalu dan dalam dua hari langsung habis lagi, lalu kami ajukan kembali ke-pusat tapi sudah tak bisa dan kelangkaan pupuk ini tidak hanya terjadi di sini tetapi di seluruh Indonesia” katanya.(rup/LLJ).

Copyright @2016 FBn