Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Perusahaan Australia Incar Banten

Perusahaan Australia Incar Banten

Serang,fesbukbantennews.com (22/10/2015) – Australia mulai mengincar Provinsi Banten sebagai ceruk potensial untuk menanamkan investasinya,ini terbukti dengan minat sejumlah pengusaha dari negara Australia telah menyatakan komitmen mereka untuk menjajaki kerjasama investasi untuk  membangun berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, salah satu daerah yang menjadi tujuan investasi negara kanguru itu adalah Provinsi Banten.

Gubernur Banten Rano Karno Bertemu engan Duta Besar RI untuk Australia.(foto: humas Setda Banten)

Gubernur Banten Rano Karno Bertemu engan Duta Besar RI untuk Australia.(foto: humas Setda Banten)

Keinginan investor Australia itu disampaikan Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Banten Rano Karno di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2015 kemarin.

“Beberapa pengusaha dan investor disana (Australia-red) menyatakan kesiapannya untuk menanamkan modalnya di Banten, salah satunya membangun pelabuhan yang berintegrasi. Ini kesempatan baik sekali untuk Banten bagaimana mengandeng negara tetangga kita,” kata Nadjib.

Menurut Nadjib, posisi Banten yang strategis dan secara geografis lintas perairannya dekat dengan Australia.

“Australia dekat dengan Banten dan timur Indonesia, akan tetapi paling dekat dengan jawa bagian barat. Australia ingin membuat pelabuhan yang berinetegrasi untuk pengembangan sapi hidup, nantinya mereka ingin adanya pelabuhan kontainer untuk eskpor dan import antara kedua negara,” ucapnya.

Menurut Nadjib, awal bulan November nanti, pihaknya akan menggelar Forums Bisnis Australia-Indonesia, dimana sekitar 200 pengusaha dan investor akan berkumpul di Kota Cannbera untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah Indonesia, termasuk dengan kepala daerahnya.

“Salah satu yang diundang adalah Provinsi Banten, disana Gubernur Banten diminta untuk memberikan pemaparannya seputar potensi, arah pembangunan, priototas apa yang cocok dibangun termasuk daya dukung apa yang dimiliki,” jelas Nadjib.

Dalam pertemuan tersebut, Nadjib berharap peluang ini harus secepatnya ditangkap oleh Pemprov Banten karena akan berdampak positif bagi pembangunan wilayah Banten, terutama wilayah Banten bagian selatan.

Namun Nadjib tidak menyebutkan berapa total nilai investasi yang disiapkan tersebut.

“Segera untuk dilakukan kerjasama, karena mereka sedang menunggu jawaban dari Banten, apalagi modalnya sudah disiapkan,” ucapnya sambil menyebutkan bahwa selain Banten beberapa provinsi dan kabupaten/kota juga akan hadir di forum tersebut.

Sementara Gubernur Banten Rano Karno menyambut baik tawaran dari para investor dan pengusaha asal negara kanguru tersebut, ia akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan segala sesuatunya.

“Kami sangat senang atas tawaran ini, Insyaallah kita akan kesana, apalagi secara geografis Indonesia dan Australia sangat dekat,” ucapnya.

Menurutnya, wilayah Banten Selatan (Lebak-Pandeglang) sebentar lagi siap dibuka dengan akan dibangunnya tol Serang-Panimbang, nantinya sarana ini bukan hanya penunjang bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung saja, tetapi membuka peluang bagi investasi lainnya disana.

Rano menambahkan tanggal 23 Oktober 2015, para pengusaha di Banten akan dikumpulkan untuk menyampaikan ada moment untuk Banten menggelar expo di Austarlia.

“Ini harus ada desain panjang dan butuh waktu yang lama. Di Banten cocok untuk dikembangkan perternakan dan perikanan, apalagi Australia sangat spesifik dan unggul dalam teknologi industri perikanan, ini akan kita tawarkan,” jelas Rano didampingi Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso dan Kepala Disperindag Banten Mashuri.

Forum Bisnis Indonesia-Australia yang telah diselenggarakan di dua kota yang selama ini menjadi pusat bisnis Australia.

Forum tersebut dihadiri oleh ratusan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan ternama Australia.Para pengusaha Australia  juga berkesempatan melakukan pertemuan secara khusus dalam format one-on-one meeting dengan beberapa kepala daerah dan pemda yang siap diundang.(kuk/LLJ)

Copyright @2018 FBn