Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Penggemar Motor Klasik Bantu Warga Miskin Kota Serang

Penggemar Motor Klasik Bantu Warga Miskin Kota Serang

Serang,fesbukbantennews.com (12/10/2015) – Puluhan pengendara motor klasik, modern klasik, dan scooter, memberikan bantuan kepada salah satu warga miskin di Kota Serang. Yakni Misra (65) di Desa Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang,Minggu (11/10/2015).

Para penggemar motor klasik di rumah Misra.(LLJ)

Para penggemar motor klasik di rumah Misra.(LLJ)

Bantuan berupa sembako serta susu dan makanan untuk bayi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Distinguished Gentelman’s Ride (DGR) yang diperingati setiap 27 September di seluruh dunia.
“Ini merupakan rangkaian acara DGR pada 27 September lalu. Dan dana untuk bantuan yang diberikan kepada pak Misra adalah hasil penggalangan dana pada 27 September lalu,” kata Omat, salah satu rider.

Omat menjelaskan. DGR yang merupakan gerakan dari para penggemar dan pengendara motor klasik, modern klasik, scooter dan custom di seluruh dunia yang berkumpul untuk berkendara bersama keliling kota dalam rangka mendukung riset global kesehatan pria yang diprakarsai oleh organisasi bernama bernama The Foundation Of Man asal Australia.

Salah seorang Rider, Rizki mengungkapkan bahwa para peserta atau rider yang hendak mengikuti kegiatan tersebut tidak dipungut biaya.
“Jika biasanya hasil penggalangan dana untuk riset global kanker prostat,kami disini memberikan bantuan kepada warga kurang mampu,” terangnya.
Sementara, ungkap Omat, pada 27 September lalu, puluhan jenis motor yang turut serta dalam kegiatan amal ini diantaranya adalah, custom, vintage, vintage scooter, classic, classic style scooter, bobber, chopper, jap style, cafe racer, trike dan lainnya yang sejenis. Uniknya lagi setiap peserta kompak menggunakan busana layaknya ke pesta lengkap dengan kemeja, jas dan dasi.

“Acara ini memang pertama kali digelar di kota Serang. Mudah-mudahan ini jadi agenda tahunan, ” ungkapnya.
Untuk diketahui, Misra (65) di Desa Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang. Selain kumuh dan sempit, rumah tersebut dihuni 5 orang yang kesemuanya mengalami sakit parah. Mau berobat mereka tak mampu, karena tak punya uang.

Jika kita masih memiliki hati nurani, kita akan berulangkali mengelus dada jika memasuki rumah Misra, sekitar 10 menit dari kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Banten (KP3B).

Bagaimana tidak, di rumah berukuran sekitar 7 X 5 meter tersebut, meski dari luar nampak bagus, ternyata di dalamnya sangat kumuh. Dan diisi oleh 5 anggota keluarga yang semuanya berpenyakit parah. Bahkan dua diantaranya sudah bertahun-tahun tak bisa diobati.

Misra selaku kepala keluarga sudah lama sering mengalami batuk. Istrinya, Ranti (55) matanya sudah lama tak jelas melihat. Ruminah (25) sudah dua tahun mengalami kurang gizi dan gangguan jiwa. Homsanah (35) sudah belasan tahun mengalami gangguan mental. Dan terakhir, Sukanah (9 bulan, anak dari Ruminah ) kekurangan gizi lantaran minum susu seadanya.

“Yah mau berobat gimana pak, makan aja susah, maklum kuli pembuat bata, ” kata Misra ditemui di rumahnya, Minggu (11/10/2015) sore.

Misra bercerita, di rumah tersebut semuanya sakit,dan yang terparah adalah Homsanah dan Ruminah.

“Homsanah sudah belasan tahun sakit. Matanya sudah seperti pecah. Dia sekarang diam saja, sejak dulu dinyatakan mati suri. Ruminah sudah dua tahun sakit. Sejak suaminya menceraikan dia dua tahun yang lalu,” kata Misra.

Bahkan, anak yang paling besar, Homsanah, makan dan buang air besar di kasur.

Selain mengurus anak-anaknya yang sakit, Misra juga mengurus cucunya, Sukanah (anak Ruminah). Lantaran ibunya bayi tersebut sudah mengalami gangguan jiwa.

“Mau gimana lagi, bayi tersebut ibunya sakit,otomatis saya dan istri yang ngurusnya,” ujar Misra.

Sementara, rumahnya yang kumuh tersebut terpaksa dia tempati meski seringkali dia merasa was-was, jika sewaktu-waktu akan roboh.”saya takut juga pak, kalau hujan kebanjiran. Kalo angin kencang mau ambruk,” ucap Misra.

Keinginannya sih memperbaii rumah tersebut. Apadaya, hasil kerja dia hany cukup untuk makan dan susu cucunya.

“Belum dapat bantuan dari manapun pak, pasrah saja,” kata Misra.(LLJ)

Copyright @2016 FBn