Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pemkab Lebak Mulai Tangani Bayi Penderita Hidrocepalus dan Bibir Sumbing

Pemkab Lebak Mulai Tangani Bayi Penderita Hidrocepalus dan Bibir Sumbing

Lebak, fesbukbantennews.com (23/7/2016) – Pemerintah Lebak berjanji akan membantu pengobatan bayi penderita Hidrocepalus dan bibir sumbing Vika Rivana (1 tahun 3 bulan), anak pasangan Sofian dan Kokom, warga Komplek Pendidikan, Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Sekda Lebak Dede Jaelani (kiri) mengunjungi Bayi penderita Hidrocepalus dan Bibir Sumbing.(omen)

Sekda Lebak Dede Jaelani (kiri) mengunjungi Bayi penderita Hidrocepalus dan Bibir Sumbing.(omen)

Saat berkunjung di kediaman bayi tersebut, Sekda Lebak Dede Jaelani beserta jajarannya dan didampingi relawan FBn selain memberikan bantuan dana kepada kedua orangtua balita penderita hidrocepalus, juga membawa tim dokter ahli untuk memeriksa kesehatan Vika.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda mewakili Bupati Lebak mengatakan, pihaknya akan membantu pengobatan Vika dan memberikan dana pendamping yang akan digunakan selama pengobatan di RSCM Jakarta.

“Bayi ini harus dibawa ke RSCM Jakarta, sebab disini (RS Ajidarmo) belum bisa menangani. Dan kami juga memberikan dana bantuan untuk biaya selama pengobatan di Jakarta nanti, ” kata Sekda, di kediaman keluarga Vika, Jumat (22/7/2016).
Menurut Dede Jaelani yang di dampingi dokter ahli ‎, bayi tersebut harus di rujuk ke RSCM untuk di lakukan tindakan Oprasi Bibir Sumbing dan agar Hidrocefalus yang diderita Vika Rivana agar tertangani dengan baik, sedangkan yang menjadi masalah adalah biaya hidup penunggu pasiyen.

“Sehingga pihak aparatur pemda selain mengurus fasilitas BPJS juga memberikan bantuan biaya hidup bagi penunggu pasiyen selama di RSCM, karena kedua orang tua bayi tidak memiliki biaya serta tergolong dalam Keluarga Miskin,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, dalam hal ini, Bupati Lebak, Iti Octavia sangat serius dan konsen menangani masalah masalah sosial di tengah masyarakat yang terjadi saat ini.

“Dan ini adalah tugas Pemerintah dan masyarakat untuk turut serta dalam membantu hal ini, karena bagaimanapun pemerintah juga terbatas dengan anggaran biayaya akan tetapi jika bersama masyarakat, yakin hal ini masyarakat sangat terbantu dengan adanya masyarakat, relawan, pihak swasta saling berbahu sama sama.

Sementara, saat ini bayi penderita hidrocepalus dan bibir sumbing tersebut dirawat di RS Ajidarmo. Menungg keberangkatannya ke RSCM Jakarta. (RST/LLJ)

Copyright @2018 FBn