Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pedagang Jamu Itu Tewas Ditembak Oknum Anggota Polda Metro Jaya

Pedagang Jamu Itu Tewas Ditembak Oknum Anggota Polda Metro Jaya

Serang,fesbukbantennews.com (19/6/2015) – Mayat yang ditemukan di Jalan Raya Serang-Jakarta tepatnya di Kp Nambo, Ds Kaserangan, Kec. Ciruas, Kab. Serang, pada Selasa (31/3/2015) lalu adalah Dwi Siswanto (33) warga Jakarta korban penembakan dua oknum anggota Polda Metro Jaya Bripka DP dan Aipda NN. Ditembak karena masalah pembagian keuntungan bisnis jamu yang tidak merata.

Kapolres Serang ekspos mayat di pinggir jalan Nambo, Ciruas Kabupaten Serang.(LLJ)

Kapolres Serang ekspos mayat di pinggir jalan Nambo, Ciruas Kabupaten Serang.(LLJ)

“Pada 13 Mei 2015 datang wanita yang bernama Devi. Irawati ke kantor (Mapolres Serang,red) yang mengaku bahwa mayat yang ditemukan di Nambo Ciruas tepatnya Keserangan, adalah suaminya,” kata Kapolres Serang Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifuddin saat melakukan ekspose di depan wartawan, Sabtu (20/6/2015).

Devi,istri korban, lanjut Kapolres, mengetahui korban yang ditemukan tewas di jalan raya Serang-Jakarta, Kaserangan adalah suaminya, dari informasi berbagai media yangg disebarkan oleh Polres Serang.
“antara lain, ada tanda lahir di telinga korban yang sobek, ada bekas luka kecelakaan di kakinya,” terang Kapolres Serang didampingi Kasatreskrim Polres Serang AKP Arrizal Samelino.

Korban, jelas Kapolres, meninggalkan rumahnya pda 25 Maret 2015, dijemput dua rekan bisnis dagang jamu Cilacap, Bripka DP dan AIPDA NN, anggota Polda Metro Jaya. Menggunakan Mobil Nisan Livina B 1983 SR dan Honda Odysey W 415 IL.
“Rencananya, dua orang itu (oknum anggota pola metro,red) memberikan pelajaran kepada korban. Untuk jalan Kaki dari Jakarta menuju Serang. Tapi di KM 57 terdengar suara tembakan di jok belakang mobil Nissan yang ditumpagi korban,” jelas Kapolres, seraya mengatakan,korban kemudian oleh para tersangka dibuang di kawasan Kaserangan, Kabupaten Serang.
Korban mempunyai kerjasama bisnis dengan kedua tersangka. Peristiwa tersebut terjadi menurut Kapolres karena pembagian keuntungan yang tidak merata.
“Saat ini, kedua tersangka sudah diamankan di Rutan serang,” kata Nunung.
Sementara, pungkas Nunung, barang bukti yang diamankan adalah sebuah senjata api dan
Mobil Nisan Livina B 1983 SR dan Honda Odysey W 415 IL.
Jumat (19/6/2015) kemarin Fbn memberitakan, Berdasarkan keterangan Jaksa Penyidik Kejari Serang AR Kartono, Kejri Serang telah menerima berkas kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (31/3/2015) lampau.

“Sudah kita terima (berkasnya),” terang salah seorang Jaksa Penyidik Kejari Serang AR Kartono kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kejari Serang, Jumat (19/6/2015).
Kartono menjelaskan, pelimpahan berkas tersebut masih belum lengkap. Ketidaklengkapan berkas tersebut lantara pihak Polres Serang belum merampunngkan berkas untuk tersangka utama penembak Dwi Siswanto (33), yakni DP. DP sendiri merupakan salah satu anggota Polda Metro Jaya.

Sementara berkas untuk tersangka lainnya, yakni N, R alais G, dan MU, sudah lengkap diterima Kejari Serang. “Kalau yang lain sudah lengkap. Malah pelaku utamanya yang belum lengkap,” ujar Kartono.
Terungkapnya kasus pembunuhan ini seiring terungkapnya identitas korban, setelah anggota keluarga melapor kehilangan anggota keluarga ke Polda Metro Jaya. Melalui penelusuran polisi menemukan kesimpulan bahwa penembak korban adalah seorang oknum polisi anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya yang tak lain adalah DP. Sementara pelaku lain diketahui merupakan masyarakat sipil.
Diduga kuat kasus ini dilatarbelakangi hutang piutang antara korban dan pelaku. Korban memiliki utang atau janji kepada pelaku. Ketika ditagih, korban tidak dapat melunasinya. Karena kesal, oknum polisi itu sempat menyekap korban di sebuah rumah kontrakan di Jakarta.
Diketahui, 2 bulan lalu, warga Nambo, Ciruas, digegerkan temuan mayat di pinggir jalan. Hingga beberapa bulan kemudian, polisi belum mampu mengungkap identitas dari mayat tersebut.
Petugas forensik RSUD dr Drajat Prawirangera saat autopsi menemukan satu butir proyektil yang bersarang pada bagian tubuh korban serta luka lebam pada bagian kepala. (LLJ)

Copyright @2016 FBn