Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Patung Pahlawan Nasional Sultan Ageng Tirtayasa Ditelantarkan
Patung Pahlawan Nasional dari Banten Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan telantar di pinggir Jalan warung Jaud , kota Serang.(zink).

Patung Pahlawan Nasional Sultan Ageng Tirtayasa Ditelantarkan

Serang,fesbukbantennews.com (10/11/2018) – Patung bagian tubuh pahlawan nasional ‘Sultan Ageng Tirtayasa’ ditemukan warga teronggok di pinggir jalan Masjid Priyayi, Kelurahan Kasemen, Kota Serang. Sementara bagian kuda patung sultan berada di halaman kantor Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Patung Pahlawan Nasional dari Banten Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan telantar di pinggir Jalan warung Jaud , kota Serang.(zink).

Fachroji, warga setempat mengatakan bahwa patung tersebut sebelumnya berada di dalam saluran irigasi Sungai Kalimalang. Petugas yang sedang melakukan pengerukan saluran irigasi menemukan patung tersebut penuh lumpur. Banyak warga yang tidak tahu bahwa karya seni tersebut adalah patung sosok pahlawan.

“Patungnya ketemu di sungai pas beko ngambil lumpur yah sekitar 2 minggu lalu,” kata Fachroji, Kota Serang, Banten, Sabtu (10/11/2018).

Sarmin, warga lainnya menyatakan bahwa saat ditemukan patung dalam keadaan penuh lumpur. Kemudian oleh siswa-siswa sekolah yang melewati Jl Masjid Priyayi dibersihkan kemudian dijadikan objek foto. Tapi tak satu pun warga yang tahu bahwa itu adalah patung Pahlawan Nasional Sultan Ageng Tirtayasa.
“Yang biasa lewat ngelihat pertama pada kaget pas udah ada di situ patungnya,” ujarnya.

Berdasaekan penelusuran ,Patung Sultan Ageng Tirtayasa ini merupakan karya perupa ternama nasional Yusman. Alumni ISI Yogyakarta tersebut membuat patung ini pada 1998. Pada era Bupati Serang (almarhum) Bunyamin pada tahun 2003, patung yang sebelumnya dipasang di bunderan Kebon Jahe ini dibongkar bersamaan dengan pembongkaran Patung Keluarga Berencana di dekat pintu tol Serang Timur.

Setelah pembongkaran tersebut, keberadaan patung itu tak diketahui rimbanya. Padahal sejumlah pihak berharap patung berbahan fiber tersebut bisa dipasang kembali misalnya di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) atau di depan Pendopo Gubernur Banten agar menjadi ikon daerah.(sumber:bantennews/LLJ)

Copyright @2018 FBn