Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » PATTIRO Banten dan YAPPIKA Gelar Pertemuan Forum Komunitas Sekolah Aman
PATTIRO Banten dan YAPPIKA Gelar Pertemuan Forum Komunitas Sekolah Aman.

PATTIRO Banten dan YAPPIKA Gelar Pertemuan Forum Komunitas Sekolah Aman

Serang,fesbukbantennews.com (20/8/2019) – Pusat Telaah dan Informasi Regional Banten (PATTIRO Banten) dan YAPPIKA-ActionAid melakukan kegiatan pertemuan Forum Komunitas Sekolah Aman (FOKSA) yang terdiri dari wali murid dan komite sekolah.

PATTIRO Banten dan YAPPIKA Gelar Pertemuan Forum Komunitas Sekolah Aman.

Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong keaktifan dan memberikan penguatan peran kepada komunitas dan komite sekolah. FOKSA dibuat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Ada 12 Sekolah Dasar (SD) yang terlibat dalam acara tersebut dari 16 sekolah yang diundang. yaitu ; SDN Sampang, SDN Pontang Legon 2, SDN Bantar Panjang, SDN Cilayang Guha, SDN Seba, SDN Tambiluk 2, SDN Panyabrangan, SDN Bugel, SDN Kalibuntu, SDN Sukarena, dan SDN Citasuk 2. yang tersebar di 8 kecamatan yaitu kecamatan Baros, Cikeusal, Ciruas, Ciomas, Padarincang, Pamarayan, Pontang, dan Tirtayasa. .

Pertemuan PATTIRO Banten dan FOKSA bertempat di salah satu rumah makan di kota serang ini dihadiri oleh Dewan Pendidikan sebagai narasumber. Agenda ini mengambil tema “Membangun Partisipasi Masyarakat untuk Pendidikan Berkualitas”.

Dewan pendidikan menyampaikan tentang Tripusat Pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penghubung dari Tripusat pendidikan tersebut adalah komite sekolah.
Komite Sekolah diharapkan bisa lebih terlihat aktif. Berbagai peran yang melekat pada komite sekolah diharapkan mampu dilaksankan, diantaranya seperti melakukan pengawasan terhadap keaktifan dan kualitas guru dalam mengajar, menciptkan kebersihan lingkungan sekolah, dan membangun kedisiplinan seluruh civitas akademika disekolah yang tentunya dilakukan secara bersama-sama dengan dewan guru dan kepala sekolah.

Selain itu, komite sekolah juga diharapkan mampu memberi pertimbangan dalam menentukan kebijakan program sekolah pada satuan pendidikan dilingkungannya. Berkenaan dengan kebutuhan materil untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah komite sekolah pun diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menggalang sumbangan dari wali murid.

Dengan adanya aturan Saber Pungli komite diharapkan tidak usah menunjukan ketakutan yang berlebihan, sehingga tidak ada inisiatif apapun yang bisa dilakukan. Yang tidak dibolehkan adalah pungutan bukan sumbangan. Jika wali murid ingin memberikan bantuan berupa materil selama dilakukan dengan suka rela, waktu dan jumlah yang tidak ditentukan/dipatok itu diperbolehkan.

PATTIRO Banten akan menjadikan 12 sekolah tersebut sebagai sekolah percontohan/model dalam pengelolaan partisipasi masyarakat terhadap sekolah. Tentunya ke aktifan partisipasi masyarakat harus didorong dan dilakukan pendampingan sehingga tripusat pendidikan bisa berjalan dengan baik.

Selama ini kami melihat penguatan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan hanya didorong melalui kegiatan sosialisasi saja, dan itu pun hanya diikuti oleh perwakilan beberapa sekolah saja. Tapi kali ini PATTIRO mengajak dewan pendidikan untuk bersama langusung melakukan pendampingan, dimulai dari 12 sekolah, sehingga partisipasi masyarakat terhadap pendidikan demi meningkatkan kualitas pendidikan bisa terwujud.

Tindak lanjut dari acara ini adalah PATTIRO mengajak dewan pendidikan untuk melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah tersebut. Melakukan penilaian mengenai kebersihan sekolah, kekompakan komite dan dewan guru, serta kedisiplinan. Dengan begitu bisa terlihat komitmen dari hasil agenda ini.(LLJ).

Kiriman dulur FBn: Fadly, PATTIRO Banten

Copyright @2018 FBn