Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pasokan Air 600 KK di Bayah Terganggu, Pemerintah Didesak Tinjau Ulang PT Cemindo Gemilang
Jaringan Masyarakat Peduli bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon sebagai upaya pemulihan dan normalisasi Sumber Mata air Cipicung oleh Warga Cipicung, Kelompok Pemuda, Masyarakat Adat dan Aparat Desa. (Ist)

Pasokan Air 600 KK di Bayah Terganggu, Pemerintah Didesak Tinjau Ulang PT Cemindo Gemilang

Lebak, fesbukbantennews.com (18/3/2019) – Pasokan air bersih untuk sekitar 600 KK warga Cipicung, Kampung Sawah,Bayah, Kab Lebak, Banten terganggu saat musim kemarau tiba, debit air sangat minim bahkan nyaris kering.Tidak ada lagi pohon pohon yang berfungsi sebagai Water Catchment, material lumpur menerjang kawasan pemukiman dibawahnya.

Jaringan Masyarakat Peduli bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon sebagai upaya pemulihan dan normalisasi Sumber Mata air Cipicung oleh Warga Cipicung, Kelompok Pemuda, Masyarakat Adat dan Aparat Desa. (Ist)

Demikian dikatakan Sekpel Jaringan Masyarakat Peduli Bayah , Henriatna Hatra melalui rilis yang dikirimkan ke FBn, Senin (18/3/2019).

“Kami meminta pemerintah untuk meninjau semua perijinan penggunaan lahan di dalam kawasan PT Cemindo Gemilang,” kata Henriatna Hatra..

Inilah Rilis Lengkapnya:

PRESS RELEASE
GERAKAN PEMULIHAN SUMBER MATA AIR

Dengan Menanam kembali Pohon
Di Sumber Mata Air Aliran Sungai Cipicung, Desa Darmasari, Kec. Bayah Lebak, Banten.

Hari ini Minggu, 17 Maret 2019, di Hulu Sungai Cipicung DAS Cipicung, Desa Darmasari Kec. Bayah, Lebak, Banten, Jaringan Masyarakat Peduli bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon sebagai upaya pemulihan dan normalisasi Sumber Mata air Cipicung oleh Warga Cipicung, Kelompok Pemuda, Masyarakat Adat dan Aparat Desa.

Sumber Mata Air tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sesuai dengan amanat KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1990 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG, Pasal 11 “Perlindungan terhadap kawasan resapan air dilakukan untuk memberikan ruang yang cukup bagi peresapan air hujan pada daerah tertentu untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir, baik untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan” dan Pasal 20 “Kriteria kawasan sekitar mata air adalah sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200 meter di sekitar mata air” .

Namun kondisi sekitar Hulu Sungai tersebut sangat berdekatan, hanya berjarak 25 meter dengan Tiang pancang Conveyor dari Perusahaan Produsen Semen Merah Putih. Hal ini membuat hilangnya Daerah tangkapan Air disekitar Hulu.

Akibatnya, pasokan air bersih untuk sekitar 600 KK warga Cipicung, Kampung Sawah terganggu. Saat musim kemarau tiba, debit air sangat minim bahkan nyaris kering, dan dimusim penghujan karena tidak ada lagi pohon pohon yang berfungsi sebagai Water Catchment, material lumpur menerjang kawasan pemukiman dibawahnya.

Mengingat kondisi yang demikian, Jaringan Masyarakat Peduli Bayah menyampaikan hal hal berikut :

1. Mengecam kesewenang wenangan perusahaan atas pengabaian lingkungan sebagai sumber penghidupan masyarakat yang mengakibatkan tidak seimbangnya ekosistem lingkungan Sumber Mata Air.
2. Meminta agar Pemerintah mengidentifikasi semua sumber mata air yang berada dikawasan Perusahaan.
3. Meminta perusahaan PT Cemindo Gemilang untuk menjaga tutupan hutan disekitar Hulu Sungai Cipicung dan Sumber Mata Air lainnya di dalam areal perusahaan
4. Meminta pemerintah untuk meninjau semua perijinan penggunaan lahan di dalam kawasan PT Cemindo Gemilang.
5. Meminta pemerintah dan perusahaan untuk menjamin keamanan warga akibat bencana longsor dan krisis air bersih yang disebabkan oleh hilangnya sumber mata air

JARINGAN MASYARAKAT PEDULI BAYAH
SEKPEL
HENRIANA HATRA.(LLJ)

Copyright @2018 FBn