Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Pasca Tragedi Pikap maut, Polisi : Larang Pikap untuk Angkut Manusia Dengan Alasan Apapun

Pasca Tragedi Pikap maut, Polisi : Larang Pikap untuk Angkut Manusia Dengan Alasan Apapun

Serang,fesbukbantennews.com (2/9/2015) – Kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya yang menggunakan kendaraan bak terbuka untuk berwisata, ziarah, hingga ke pasar. Tentu bisa membahayakan keselamatan pengendara dan penumpang.

Pikap pengangkut 24 Penumpang yang ringsek di kawasan petir.

Pikap pengangkut 24 Penumpang yang ringsek di kawasan petir.

Bahkan, banyak kasus kecelakaan yang memakan korban luka dan korban jiwa karenanya. Sehingga, pihak kepolisian akan menindak penggunaan kendaraan yang tak tepat peruntukannya.

“Mau tempat ziarah, mau ke pasar, yang namanya pelanggaran, tetap kita tindak. Lebih baik menyewa angkot dari pada membahayakan diri,” kata Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifuddin, Serang (01/09/2015).

Pihak kepolisian pun berjanji akan semakin meningkatkan langkah pencegahan terhadap penggunaan bak terbuka untuk mengangkut manusia.

“Kita juga melakukan langkah preventif. Mulai sekarang, kita hindari penggunaan bak terbuka,” terangnya.

Nunung pun meminta semua pihak, baik pihak kepolisian, keluarga hingga masyarakat memberikan pelajaran lalu lintas dan berkemudi yang baik. Sehingga, tidak ada lagi anak dibawah umur menggunakan kendaraan bermotor dan mobil bak terbuka digunakan untuk mengangkut manusia.

“Salah kita semua karena tidak memberi pendidikan (lalu lintas). Polisi tidak intesn memberikan sosialisasi ketertiban lalu lintas, orang tua memberikan kebebasan (berkendaran anak dibawah umur),” tegasnya.

Perlu diketahui kerap terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa akibat menggunakan kendaraan bak terbuka. Setidaknya pada Jumat 07 Agustus 2014, dari 60 siswa pramuka dari SMKN 1 Pandeglang, enam orang di antaranya meninggal dunia karena truk yang dikendarainya terguling karena bermuatan berlebih, rem blong, dan kondisi fisik kendaran yang buruk. Truk terguling di tanjakan bangangah, Desa Bangangah, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Para siswa tersebut rencananya akan mengikuti acara pengukuhan Pramuka di wilayah Pantai Carita, Banten.

Lalu musibah terakhir karena penggunaan kendaraan bak terbuka terjadi pada hari Minggu, 30 Agustus 2015 yang berisikan 25 orang dan masih satu keluarga. Dari 25 orang tersebut, lima di antaranya meninggal dunia karena kendaraannya masuk ke dalam jurang sedalam 15 meter. Mobil bak terbuka yang dikendarai oleh supir berinisial Hrm merupakan masih dibawah umur yang tak bisa mengendalikan kendaraannya saat akan menyalip kendaraan di depannya.(dhyie/LLJ)

Copyright @2018 FBn