Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Ombak Ganas Warnai Rip Curl Trials di Padang – Padang
Salah satu peserta Rip Curl Trials unjuk kebolehan.

Ombak Ganas Warnai Rip Curl Trials di Padang – Padang

Bali,fesbukbantennews.com (29/5/2018) – Di Bali, ombak terbaik selalu berpihak ke penduduk setempat, bahkan ketika WSL ada di sini. Satu hari dimana para peselancar terbaik dunia kembali untuk berpartisipasi mengikuti kompetisi WCT di Keramas, Bali, para peselancar lokal Indonesia berhasil mendapatkan gulungan ombak terbaik pada hari yang luar biasa untuk acara Rip Curl Cup Trials di Padang- Padang. 

Salah satu peserta Rip Curl Trials unjuk kebolehan.

Sementara para elit WSL berjuang melawan kondisi yang rumit di Keramas pada hari Minggu, akhirnya mereka harus menghentikan kompetisi sebelum Ronde 1 selesai karena kualitas ombak yang memburuk ketika angin darat menerjang dan air surut datang, namun cerita yang berbeda terjadi di Padang-Padang, di mana 32 peselancar top Indonesia berduel habis-habisan dalam gulungan ombak yang besar sepanjang hari untuk Rip Curl Cup Trials.

Peselancar asal Pantai Kuta yang berusia delapan belas tahun Mega Artana berhasil mengalahkan peserta yang lebih tua dan lebih berpengalaman untuk mengklaim perjalanan pertamanya ke acara utama  di Rip Curl Cup.

Dalam Final, Artana lah yang berhasil mencuri pertunjukan dan menduduki posisi pertama, memasuki gulungan ombak ganda yang dahsyat sebelum keluar ke pesisir pantai dan mendapatkan skor gabungan 17.33. Dan yang berhasil menggigit tumit Artana dan menjadi runner-up pada saat final adalah peselancar asal Bukit, Agus “Blacky” Setiawan, 30, dari Uluwatu (15.37). Melengkapi empat orang peselancar yang berhasil masuk ke final diantaranya yaitu Mustofa Jeksen, 30, dari Kuta (14.00) di posisi ketiga, dan Alik Rudiarta, 30, dari Uluwatu (8,27) yang berada di posisi keempat.

Keempat finalis berhasil meraih wildcarduntuk acara utama Rip Curl Cup. Mereka akan bergabung dengan mantan para juara Rip Curl Cup seperti Bol Adi Putra, Lee Wilson, Garut Widiarta dan Mega Semadhi untuk bisa mewakili Indonesia dan bersaing dengan peselancar terbaik dunia pada hari terbaik di Padang-Padang yaitu antara tanggal 1 – 31 Juli 2018.

“Saya merasa gugup pada saat putaran pertama pagi itu, tetapi saya tetap fokus dan merasa lebih kuat setelah setiap putaran berikutnya,” kata Artana yang sangat gembira berada di podium pemenang. “Padang-Padang adalah ajang pembuktian bagi peselancar Bali dan saya tidak sabar menunggu kesempatan saya untuk bisa menunjukkan kepada dunia apa yang bisa saya lakukan untuk melawan para peselancar terbaik di luar sana.”

Artana akan menghadapi persaingan yang ketat. Di antara para undangan untuk kompetisi Rip Curl Cup 2018 ada nama legenda WCT seperti Taj Burrow (AUS) dan Damien Hobgood (AS), serta para pemburu ombak utama seperti Mason Ho (HAW) dan Jack Robinson (AUS).

“Bawalah mereka!” Kata Artana, ketika ditanya apakah dia merasa terintimidasi oleh para ‘anjing’ besar yang menunggunya di acara utama.

Momen yang paling dramatis pada hari itu ada pada saat semifinal kedua, ketika Agus “Blacky” Setiawan melompat dari posisi ketiga ke posisi pertama dengan pukulan ombak yang dahsyat. Peselancar lokal asal Uluwatu itu pernah memenangkan trial di tahun 2015 ketika diadakan di rumahnya yang ajang balapan dan nyaris di ambang eliminasi. Dia membutuhkan nilai 8,6 untuk maju namun Setiawan berhasil menangkap ombak yang ajaib dan menapakkan kakinya hanya sepersekian detik sebelum bel terakhir terdengar. Dia kemudian bergerak maju kedalam gulungan ombak dan mendapatkan nilai 8,93, pindah ke posisi pertama di depan Mustofa Jeksen dan mengalahkan finalis Rip Curl Cup Raditya Rondi yang menduduki nilai sempurna sepanjang hari.

“Terima kasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan ombak itu kepada saya,” kata Setiawan. “Ketika saya melihatnya naik, saya tahu saya memiliki kesempatan untuk bisa menangkapnya sebelum waktu selesai. Saya hanya mengayuh sekuat mungkin dan begitu saya berdiri, saya berhasil.”

Untuk keempat finalis, babak Final bagaikan lapisan gula di atas kue setelah seharian penuh menjelajahi ombak dan mengamankan tempat mereka di kontes selancar paling bergengsi di Indonesia.

“Sudah lama sejak saya pernah berada di acara utama,” kata  Jeksen yang menduduki posisi ketiga. “Terakhir kali saya berselancar di acara utama Rip Curl Cup adalah empat tahun lalu. Padang-Padang adalah tempat pertama kali dimana saya dikenal untuk berselancar ketika saya masih kecil. Jadi rasanya sangat luar biasa untuk bisa kembali mendapatkan kesempatan lain yang menjadi mimpi saya – untuk bisa mnegukir nama saya di trofi itu bersama Bol, Lee dan Garut. ”

Sebuah gelombang dari arah barat yang kuat mengarah dengan sempurna ke karang di Padang-Padang pada hari Minggu dan menumbuhkan gulungan ombak setinggi 6 kaki dan menerjang karang sepanjang hari. Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah hari terbaik di Padang-Padang sepanjang tahun ini dan menjadi pemandangan yang menyenangkan bagi 32 peselancar lokal yang kehilangan kesempatan di acara utama dalam dua tahun terakhir ketika tidak ada ombak Padang-Padang layak yang hadir selama masa trials yang sempit.

Menurut Marketing Manajer Rip Curl SEA James Hendy, tahun ini Rip Curl memastikan semua peselancar lokal terbaik akan mendapatkan kesempatan bermain di Padang-Padang dengan cara memperpanjang masa tunggu trials hingga delapan minggu – yang terlama dalam sejarah Rip Curl Cup, dan empat minggu lebih lama dari masa tunggu acara utama.

“Tahun lalu kami tidak pernah mendapatkan ombak yang bagus untuk mengadakan Trials, jadi tahun ini kami memberi waktu dua bulan untuk memastikan agar penduduk setempat mendapatkan hari mereka di Padang-Padang,” kata Hendy. “Buktinya ada di sini. Setiap orang mendapatkan hadiah ombak terbaik Padang-Padang. Kami menantikan hari lain dimana gulungan ombak yang sempurna datang ketika para peselancar dunia berkumpul disini untuk event utama pada bulan Juli. ”

Periode masa tunggu untuk Rip Curl Cup 2018 akan berlangsung dari tangal 1 – 31 Juli, satu bulan lamanya dan merupakan puncak dari musim pmbak besar di Indonesia dan akan siap menampilkan ombak Bali berwarna hijau yang sangat terkenal didunia.

Daftar peserta kompetisi Rip Curl Cup 2018 akan disebarluaskan pada tanggal 15 Juni 2018.

Rip Curl Cup Padang-Padang 2018 akan disiarkan langsung keseluruh dunia diripcurl.asia. Para penggemar juga dapat mengunjungi situs ini untuk memeriksa status kompetisi secara real-time dan video terbaru dari Bali.
Hasil final Rip Curl Cup Trials 2018:
Posisi 1 Mega Artana (Kuta, Bali) 17.33
Posisi 2 Agus “Blacky” Setiawan (Uluwatu, Bali) 15.37
Posisi 3 Mustofa Jeksen (Kuta, Bali) 14.00
Posisi 4 Alik Rudiarta (Uluwatu, Bali) 8.27

* Keempat finalis berhasil menjadi peserta di event utama Rip Curl Cup
JADWAL ACARA RIP CURL CUP PADANG-PADANG 2018:

Event Waiting Period
1 – 31 Juli 2018

Rip Curl Planet Beach Cleanup
Jumat, 29 Juni 2018 Pukul 08.00 di Padang-Padang Beach, Bali

Opening Ceremony
Minggu, 1 Juli 2018 Pukul 15.00 di Padang Padang Beach, Bali
1.        Meet the surfers
2.        Press conference
3.        Traditional Balinese Kecak Dance

Official Rip Curl Cup Party
Jumat, 27 Juli 2018
Live performance dengan bintang tamu spesial di Ulu Cliff House .(gamel/LLJ)

Copyright @2018 FBn