Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Nasyiatul Aisyiyah Harus Lakukan Program Kerja Nyata, Demi Jawab Problematika Perempuan di Banten

Nasyiatul Aisyiyah Harus Lakukan Program Kerja Nyata, Demi Jawab Problematika Perempuan di Banten

Serang,fesbukbantennews (15/3/2015) – Sebagai wadah perempuan muda islam dibawah naungan Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA) harus mencoba dan terus berikhtiar menjawab tantangan zaman. Dan melakukan program-program kerja nyata menjawab problematika perempuan islam di Banten.

Nasyiatul Aisyiyah Banten.(ril)

Nasyiatul Aisyiyah Banten.(ril)

Demikian dikatakan Ihah Solihah, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (NA) Banten dalam sambutannya Di Pelantikan dan Rapat Kerja NA Banten dengan mengangkat tema; “Estafeta kepemimpinan dalam mewujudkan Nasyiatul ‘Aisyiyah peduli perempuan dan anak”, di kantor Pimpinan Muhammadiyah Banten, Jalan kiajurum, komp cipocok jaya, kota serang, Minggu (15/03).

“NA merupakan gerakan islam amar maruf nahi mungkar yang berpedoman pada al-qur’an dan asunah, sebagai wadah perempuan muda islam dibawah naungan Muhammadiyah yang mencoba dan terus berikhtiar menjawab tantangan zaman, kedepan kita harus konsisten dalam mengembangkan organisasi NA Banten, melakukan program-program kerja rill menjawab problematika perempuan islam di Banten,” kata Ihah.

Ketua pelaksana Kegiatan, Tupliah mengatakan acara ini merupakan agenda rutin dan wajib yang harus dilaksanakan dalam setiap priodesasi kepemimpinan organisasi NA Banten, juga sebagai estapet kepemimpinan dan menumbuh kembangkan kader.

Hadir dalam acara tersebut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Banten, Pimpinan Daerah IMM Banten, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Banten, serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, H. Hasan Alaidrus, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten dalam sambutan dan membuka acara rapat kerja NA menegaskan, semangat berorganisasi harus seperti memacu kuda perang Rosulullah dahulu, berani berkorban waktu, pikiran, tenaga, keluarga dan lainnya.

“Muhammadiyah Banten dan organisasi otonom dibawahnya, harus terus menumbuhkan kader-kader Islam yang militan, berani melawan kedholiman. Kita sudah banyak berkontribusi untuk Banten sejak sebelum berdirinya Provinsi Banten, tapi jangan sekali-kali meminta jabatan dalam pemerintahan. Ungkap pejuang pembentukan Provinsi Banten,” tegas Alaidrus. (ril/LLJ)

Copyright @2016 FBn