Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Menelitik Sejarah Batu Akik (oleh : Miftah FS*)

Menelitik Sejarah Batu Akik (oleh : Miftah FS*)

Pandeglang,fesbukbantennews (27/3/2015) – Fenomenal, batu akik di bumi pertiwi ini kian hari kian ramai diperbincangkan. dari mulai Pelajar, Dosen, bahkan pejabat sekalipun. Menjadi suatu trend tersendiri bagi seseorang apabila memakai batu cincin tersebut. Karena keunikan dan khasiatnya, bahkan orang-orang rela mengeluarkan uang dari ratusan ribu bahkan sampai jutaan sekalipun.

Miftah FS (ist)

Miftah FS (ist)

Sebenarnya batu akik mulai ramai lagi diperbicangkan bukan pertama kali terjadi di Indosenia, namun beberapa tahun yang lalu juga sudah banyak diperbicangkan. Contohnya ketika Presiden SBY memberikan bebuah cincin kepada presiden Amerika yaitu Barrack Obama.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah berasal dari manakah batu akik tesebut? Banyak yang berkata bahwa di pasaran bahwa batu akik di Indonesia masih kalah jauh oleh batu asal luar negeri. Contohnya saja menurut Mantan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, batu akik yang berserakan di pasar Indonesia sebagian besar berasal dari China, India, Myanmar, Srilanka, Mozambik, Taiwan, dan beberapa negara lain. “Pasar masih dikuasai batu mulia asal luar negeri,” (http:liputan6.com/read/2191454/indonesia-impor-batu-akik)

Patut lucu untuk diperbicangkan, mengapa demikian? Karena sebuah batu, perak bahkan Emas sekalipun itu ada karena adanya gunung merapi. Dan yang paling banyak memiliki gunung merapi adalah Negara Indonesia, 70% Gunung berapi Didunia terdapat Di Indonesia. Jadi mana mungkin dikatakan bahwa batu tersebut berasal dari India, Myanmar bahkan Taiwan? Sedangkan disana saya pastikan tidak terdapat gunung berapi.

Saya khawatir ketika batu akik ini menjadi trend masa kini hanya membuat orang tertipu dan mengkerdilkan kita sebagai Bangsa Indonesia. Padahal jelas-jelas batu akik ini berasal dari negeri dan daerah sendiri.

Pesan saya jangan kita melupakan sejarah dan menjadi warga yang tak tahu apa-apa tentang Negara ini, Negara ini kaya raya hanya saja banyak dari kita tak tahu bagaimana cara mengelolanya, sehingga kita menjadi manusia kerdil di Negara yang adil dan makmur ini.(LLJ)

Miftahul Farid Sukur (Putra Daerah Kab.Pandeglang)

Copyright @2016 FBn