Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Masyarakat Terdampak Mayora Grup bareng Mahasiswa Gelar Diskusi Gak Atas Air
Diskusi masyarakat Dan mahasiswa tentang hak atas air.

Masyarakat Terdampak Mayora Grup bareng Mahasiswa Gelar Diskusi Gak Atas Air

Pandeglang,fesbukbantennews.com (18/3/2017) – Dalam rangka konsistennya penolakan warga Baros-Cadasari atas keberadaan pabrik produksi air kemasan oleh PT.TFJ (Mayora Grup), Gerakan Rakyat Anti Mayora (GERAM) ber-inisiasi mengadakan diskusi rutin mingguan bersama dengan mahasiswa yang tergabung di Aliansi Tolak Privatisasi Air (ATPA), yang diawali dengan diskusi di hari Rabu 15 Maret di Kampung Gayam Mesjid, Cadasari,Pandeglang ,Banten.

Diskusi masyarakat Dan mahasiswa tentang hak atas air.

 

 

Ahmad Rojak, masyarakat dari Kampung Gayam Mesjid yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Mayora, menyatakan “Kegiatan Diskusi ini merupakan kegiatan yang baru dikenalkan kepada masyarakat, yang karena selama hampir 4 tahun masyarakat berjuang sampai hari ini menolak privatisasi air oleh PT.TFJ sama sekali tidak pernah dibekali dasar-dasar pengetahuan yang utuh terkait hukum terutamanya, maka diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini yang nanti di luaskan sampai ke seluruh Kampung di daerah Baros-Cadasari terkhusus daerah terdekat dari pabrik, akan melahirkan kesadaran masyarakat atas keharusannya berjuang mempertahankan hak atas airnya.”

 

 

Selanjutnya juga, Ustad Aan dari Kampung Parakan Panjang, yang juga tergabung di Gerakan Rakyat Anti Mayora, berpendapat bahwa dengan adanya diskusi-diskusi semacam ini akan memberikan pemahaman atas landasan hukum yang memaparkan ketidaksesuaiannya dengan keberadaan pabrik hari ini. Seperti yang tertuang di UUD 45 Pasal 33 ayat 3, UU No.7 tahun 2004 Pasal 5, yang sama-sama menjelaskan Hak Atas Air, yang maka itu juga itu memperlihatkan bahwa pihak PT.TFJ yang telah melanggar hukum, dan juga sama pula dengan pihak pemerintah yang membiarkan hal tersebut adalah melanggar hukum,” begitu ujarnya.

 

Salah satu masyarakat Kampung Gayam Mesjid, Kang Didin juga menyatakan bahwa ,”situasi hari ini dimana masyarakat terampas airnya oleh praktik privatisasi air oleh pihak PT.TFJ yang juga hari ini dilancarkan dengan izin daripada pihak Pemkab merupakan suatu gaya penjajahan baru.”

 

Selanjutnya, Rijal Arthomi, selaku Koordinator Mahasiswa “Aliansi Tolak Privatisasi Air” juga mengatakan bahwa, dengan adanya inisiasi oleh Gerakan Rakyat Anti Mayora terkait diskusi rutin mingguan ini, merupakan langkah maju dalam suatu perjuangan, dan juga selain menjadi wadah penyadaran atas landasan hukum, agenda ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar berorganisasi dalam organisasi GERAM yang secara murni melawan keberadaan pabrik yang meresahkan masyarakat hari ini, maka atas hal ini juga, Aliansi Tolak Privatisasi Air pun selalu siap bersama masyarakat Baros-Cadasari yang hari ini melawan privatisasi air sebagai pendorong bagi masyarakat agar terus maju dan selanjutnya hingga menjadi mandiri kemudian dalam suatu perjuangan, begitu tutupnya.(LLJ).

 

 

Kiriman dulur FBn: Diego Armando

Copyright @2016 FBn