Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Mahasiswa Telusuri Penyebab Pengangguran di Cikande Provinsi Banten
Kegiatan mahasiswa di desa Leuwilimus, Cikande, serang,banten.(Ilham).

Mahasiswa Telusuri Penyebab Pengangguran di Cikande Provinsi Banten

Serang, fesbukbantennews.com (11/12/2018) -Mahasiswa Fakultas Ekonomi dari salah satu Perguruan Tinggi Provinsi Banten mendatangi masyarakat Desa Leuwilimus kecamatan Cikande kabupaten Serang, Senin (10\12).
Kehadiran puluhan Mahasiswa ke Desa Leuwilimus untuk melaksanakan tugas kuliah mereka terkait isu Prov. Banten peringkat pertama dalam jumlah pengangguran, mereka menyurvei tingkat pengangguran masyarakat yang berada di dekat Kawasan Industri termasuk kec. Cikande.

Kegiatan mahasiswa di desa Leuwilimus, Cikande, serang,banten.(Ilham).

Dalam hal ini, metode yang diterapkan Para Mahasiswa tersebut dengan melakukan wawancara kepada masyarakat Desa Leuwilimus yang berstatus penggangguran. Yang menarik poin inti dari wawancara mereka adalah kenapa terjadi pengagngguran di Desa Leuwilimus, padahal ada puluhan Perusahaan di Desa Leuwilimus.

Sewaktu kelompok Mahasiswa tersebut menjajaki Desa Leuwilimus mereka mendatangi Kantor Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila setempat, beberapa pengurus dan ketua PP Leuwilimus sedang di kantor kemudian mereka memaparkan maksut tujuan mereka.

Lutpi yang mewakili puluhan Mahsiswa tadi menanyakan kepada Ketua PP Leuwilimus, apa penyebab terjadinya penggangguran di Desa Leuwilimus?
Bang Braja panggilan akrab Ketua PP Leuwilimus mengatakan penyebab utamanya adalah Sistem pengawasan pemerintah yang diduga tidak becus, “nggak ada masyarakat di desa ini yang nggak pengen kerja tapi, keinginan masyarakat terhambat oleh Prosedur yang tidak jelas,” tegas Bang Braja.

Pernyataan Bang Braja diindahkan oleh Ade Hidayat alias Kodel yang juga Bendahara Pemuda Pancasila Leuwilimus, “saya bisa jamin kalau kawan-kawan tanya sekabupaten Serang penyebabnya pasti sama, ada prosedur yang tidak jelas dan itu harus diikuti calon karyawan dan itu adalah rahasia umum, kalian tidak perlu tanya apa prosedur itu namanya juga sudah rahasia umum,” Balas Kodel.

Bang Braja menambahkan bahwa pemerintah kabupaten maupun Provinsi harus rajin turun ke Desa-Desa yang berdekatan dengan kawasan industri tujuannya, supaya pemerintah mengerti apa yang terjadi di Kota Industri Banten.
Setelah mendengar pernyataan dari pengurus Pemuda Pancasila Leuwilimus tersebut kelompok Mahsiswa tadi semakin tertarik membahas permasalahan yang terjadi secara lebih dalam, “nanti kami akan mendiskusikannya lagi di kampus,” kata salah seorang Mahasiswa tesebut.(LLJ).

Kiriman dulur FBn: Ilham Rangkuti

Copyright @2018 FBn