Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Lumpuh Usai Dioperasi di RSUD Serang, Sadim Pasrah Kapan Pun Allah Cabut Nyawanya

Lumpuh Usai Dioperasi di RSUD Serang, Sadim Pasrah Kapan Pun Allah Cabut Nyawanya

Serang,FESBUK BANTEN News (1/3/215) – Alami kelumpuhan selama 4 tahun usai dioperasi di Rumah Sakit Umum (RSUD) Serang, Sadim (55 tahun) bin Banun, warga Kampung Cigelam RT/RW 01/01, Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, pasrah dengan musibah yang dialaminya. Sadim hanya mampu berbaring ditempat tidur selama empat tahun terakhir. Mirisnya, dirinya pun ikhlas jika yang maha kuasa Allah mencabut nyawa nya kapan pun.

Sadim, 4 Tahun hanya mampu meringkuk

Sadim, 4 Tahun hanya mampu meringkuk

Demikian diungkapkan, Sadim ketika tim relawan FESBUK BANTEN News dan inilahbanten.com menyambangi kediamannya pada, Jum’at 27 Februari 2015 sekitar pukul 19:00 WIB.

Suasana berawal cemas bagi keluarga Sadim, dengan tiba-tiba tepat dikediamannya berhenti sebuah mobil ambulan tim relawan yang sebelum memperoleh informasi dari warga setempat melalui media sosial bahwa, Sadim sangat membutuhkan bantuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sadim yang hingga kini berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif ini terlihat tengah berbaring di kamarnya berukuran 2,5 kali 3 meter itu. Meski terlihat rumahnya baru dilakukan perbaikan, namun masih beralaskan tanah.

“Bapak (Sadim) sudah empat tahun cuma bisa tiduran di kasur, makan, minum, buang air pun ditempat tidurnya dibantu istri (Nur 50 tahun) dan anak Misnan (30 tahun),”ujar Sadim menjawab pertanyaan tim relawan.

Sadim, yang saat itu hanya mengenakan celana pendek dan kain sarung tanpa baju menceritakan. Berawal, pada tahun 2011 lalu dirinya mengalami sakit pada bagian perut, dan sudah berupaya melakukan pengobatan baik di Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang.

Ketika dilakukan perawatan inap di RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang itu, Sadim mengatakan disarankan dokter untuk dilakukan operasi. Kemudian, pada bagian perut Sadim terdapat luka bekas operasi tersebut.

Anehnya, paska di operasi bukan malah penyakit sembuh, malah Sadim mengalami lumpuh sudah empat tahun terakhir ini. Sadim pun, meski tidka meneteskan air mata, namun ekspresi wajahnya terluhat sedih dan pasrah atas musibah yang dideritanya.

“Waktu di rawat di RSUD Serang saya di operasi, ini bekas operasinya menonjol lukanya. Terus, setelah selesai di operasi, dokter yang sudah tua bilang ke dokter yang masih muda kenapa itu perut dilubangin, ini bahaya akan lumpuh tubuh saya. Dan itu memang benar, saya lumpuh sampai sekarang,”kata Sadim.

Kelumpuhan yang di alaminya, lanjut Sadim, setelah enam bulan paska dilakukan operasi oleh pihak dokter RSUD Serang baru terasa musibah kelumpuhan pada bagian tubuhnya. Jangankan untuk berdiri, duduk pun tidak kuat lama.

“Kira-kira enam bulan abis di operasi saya menjadi lumpuh tidak berdaya. Sampai saat ini, tubuh yang saya rasakan terasa panas seperti dibakar, dari bagian kepala sampai kaki. Saya pasrah hanya bisa merasakan, dan ikhlas kalau uang maha kuasa mengambil nyawa saya,”lirih Sadim.

“Tapi alhamdulillah, Allah SWT sampai sekarang memberikan kesempatan saya maish hidup walaupun kondisinya lumpuh. Saya ingin sembuh, untuk biaya sudah habis, Untuk saat ini juga, masih ingin sembuh, tapi apa boleh buat saya pasrah saja,”lirih Sadim lagi.

Senada yang dikatakan buah hati Sadim, Misnan (30 tahun). Memang pada tahun 2011 lalu dirawat di RSUD Serang. Namun, kata dia, pada saat dilakukan operasi dirinya tidka mengetahui karena berada di rumahnya. Hanya saja, Nur istri Sadim yang saat itu tengah menunggu suami tercintanya.

“Iya bener di operasi saya denger. Tapi tahu-tahu udah di operasi aja, ibu yang nunggu waktu itu saya mah ada di rumah. Lupa nama dokter siapa, surat-suratnya juga ga ada hilang semua,”ujar Misnan.

“Mau berobat lagi biayanya besar, uang darimana. Ya sudah bapak juga sudah iklas enyakit yang dialaminya sampai sekarang,”tambah Misnan.

Sementara itu, Direktur Utam (Dirut) RSUD Serang, Agus Gusmara saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengaku, jika dirinya pada tahun 2011 lalu belum menjabat sebagai di RSUD Serang.

“Oh begitu informasinya, tapi saya belum menjabat (Dirut RSUD) kalau tahun 2011. Tapi silahkan nanti tanya saja ke bagian pelayanan. Tapi saya tidka bisa memastikan, masih ada atau tidka datanya. Bahkan, bisa saja dokter yang waktu itu sudha pensiun,”ujar Agus singkat.(LLJ)

Copyright @2016 FBn