Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » LPA bersama Pegiat Sosial Banten Adakan Trauma Healing di Pandeglang
Trauma Healing di Pandeglang.

LPA bersama Pegiat Sosial Banten Adakan Trauma Healing di Pandeglang

Pandeglang,fesbukbantennews.com (31/7/2016) – Bencana banjir yang dialami oleh Masyarakat di Beberapa Kecamatan di Kabupaten Pandeglang sekarang ini mendapat perhatian dari sejumlah kalangan, baik dari kalangan Mahasiswa, maupun pegiat sosial, tak terkecuali Lembaga Perlindungan Anak (LPA) provinsi Banten.

Trauma Healing di Pandeglang.

Trauma Healing di Pandeglang.

LPA bersama Dinas Sosial Provinsi Banten dan penggiat sosial lainnya, seperti Komunitas Relawan Banten, FKKADK, Forum TAS, SAPMA Cilegon, KSR Untirta, Kumandang untirta, Mapalaut untirta, Mapala bina bangsa, Yayasan IMD, Yayasan Maulana Hasanudin Cilegon melakukan Trauma Healing kepada anak-anak korban bencana banjir di kampung Sukarame Kecamatan Labuan Pandeglang sabtu (29/7) kemarin.

Uut Lutfi, Penanggung jawab kegiatan mengatakan, trauma healing yang telah dilakukan ini merupakan kepedulian terhadap anak-anak, karena para korban banjir dibeberapa wilayah Kecamatan tentunya harus dibantu, terutama anak-anak korban bencana yg sering luput dari pantauan, agar trauma dan beban yang mereka alami sekarang ini dapat diminimalisir.

“Sudah seharusnya kita membantu sesama manusia, apa lagi anak-anak para korban banjir itu merupakan anak-anak kita, calon penerus di Banten, tentunya kita harus membantu dengan memberikan dukungan baik moril maupun materiil,”ungkapnya saat ditemui dilokasi kegiatan.

Lutfi, yang juga Ketua LPA Provinsi Banten ini juga berharap bantuan moril berupa trauma healing dan bantuan materil berupa pakaian layak pakai dapat membantu anak-anak dan para orang tua korban bencana banjir tersebut.

Kulit Ketjil, koordinator Komunitas Relawan Banten yg juga ikut bergabung dalam kegiatan ini mengatakan bahwa anak-anak yang ikut dalam kegiatan trauma healing ini mencapai 150 anak-anak.

“Ini merupakan sebuah kepedulian, mudah-mudahan melalui kegiatan trauma healing ini anak-anak yang berjumlah lebih dari 150an ini akan terobati traumanya akibat kejadian banjir tersebut,”katanya.

Pria yang juga Dosen di Untirta ini berharap kegiatan gabungan dari beberapa organisasi sosial ini dapat kembali terlaksana di beberapa kecamatan-kecamatan lain yang terdampak bencana dalam waktu dekat untuk mengurangi beban dari para korban bencana tersebut.(gun/LLJ)

Kiriman: LPA Banten

Copyright @2016 FBn