Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Lagi, Manusia Akar Asal Kabupaten Serang Ingin Berobat Tak Punya Uang

Lagi, Manusia Akar Asal Kabupaten Serang Ingin Berobat Tak Punya Uang

Serang,fesbukbantennews (19/4/2015) – Pasrah dan harus menerima kenyataan dan hanya menunggu uluran tangan dermawan serta kesabaran relawan. Kata itulah yang menggambarkan kondisi Yas’a (29) warga Kampung Cijeruk Batas, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir Kabupaten Serang,Banten, penderita gangguan kulit langka (Epidermodysplasia Verrucifor

Kondisi Yas'a Manusia Akar asal Petir Kabupaten Serang.(LLJ)

Kondisi Yas’a Manusia Akar asal Petir Kabupaten Serang.(LLJ)

mis) atau biasa disebut manusia akar.

Sudah dua tahun Yas’a menderita penyakit Epidermodysplasia Verruciformis. Dua tahun pula dia harus menahan sakit dan malu jika dilihat orang lain.

Bahkan, kondisi Yas’a lebih parah dari kondisi Jumadi (34) warga Kampung Pamong Udik, Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang,Kabupaten Serang, yang jugga menderita penyakit yang sama dengan Yas’a.

Jika Jumadi masih bisa berdiri dan berjalan, kondisi Yas’a sungguh sangat menyedihkan. Sekilas nampak seperti memiliki penyakit gajah,lantaran kakinya besar dan hanya mampu duduk.

“Apalagi jalan, berdiri saja susah, karena selain semakin membesar, telapak kaki ini tidak bisa napak ke bumi. Jadi hanya bisa duduk,”. Kata Yas’a ditemui di kediamannya.

Yas’a menuturkan, dia sebenarnya sudah berobat ke RS Dr Drajat Prawiranegara, Serang. Namun rumah sakit tersebut tidak mampu. Sehingga haruss dirujuk ke RSCM Jakarta.

“Harus berobat ke RSCM Jakarta pak,di Serang tidak bisa,” ujar Yas’a.

Namun, jelas Yas’a, apadaya, untuk ke RSCM Jakarta, dia tak memiliki dana untuk transportasi dan biaya hidup selama di Jakarta. Bapaknya belum lama meninggal, sementara ibunya hanya pekerja serabutan yang upahnya hanya cukup untuk makan.

Yas’a berharap, ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu biaya pengobatan dirinya.”saya pengen sembuh pak,” katanya.
Yas’a jugaa menerangkan,hingga saat ini, belum ada bantuan dari pihak pemerintah. Makanya dia hanya mampu pasrah.

Sementara itu, relawan yang saat ini mendampingi Yas’a,Kemuning mengatakan, pihaknya sedang melengkapi beberapa suraat-surat untuk keperluan pengobatan.

“Kami juga sedag mengupayakan dana untuk Yas’a untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama masa pengobatan di jakarta,” terang Kemuning.
Relawan lainnya, Rully Agustyawan kepada FBN mengaku siap melakukan penggalangan dana. Agar Yas’a bisa berobat ke Jakarta dan bisa sembuh. “Insya Allaah,kami siap melakukan penggalangan dana untuk pak Yas’a,” terang Rully.

Rully menginformasikan, jika ingin menyisihkan rizki untuk membantu pengobatan, bisa ditransfer ke rekening FBN /bank BCA KCP PAsar Lama, Serang No rek 5505062776 .”insya Allah, kami siap tanggungjawab dunia dan akherat,” tegas Rully.(LLJ).

Copyright @2016 FBn