Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kondisi Memburuk, Anak Penjual Ginjal Rp1,2 Miliar Dirawat di RSUD Banten

Kondisi Memburuk, Anak Penjual Ginjal Rp1,2 Miliar Dirawat di RSUD Banten

Serang,fesbukbantennews.com (23/11/2015) – Adrian (5) anak dari Susanto (28), lelaki warga Kampung Kalapa Cagak RT.01/07, Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang, yang nekat menawarkan ginjalnya demi pengobatan anaknya, dirawat di RSUD Banten, Senin (23/11/2015). Lantaran bocah lelaki yang ibunya berada di Taiwan tersebut semakin memburuk kondisi kesehatannya.

Adrian didampingi bapaknya di RSUD Banten.(LLJ)

Adrian didampingi bapaknya di RSUD Banten.(LLJ)

Berdasarkan pantauan, Adrian dirawat di RSUD Banten lantai 4 nomor 463. Nampak kondisi Arian semakin melemah. Tubuh tinggal tulang dibungkus kulit dan kuku tangan dan kaki semakin hitam dan menebal.

Adrian sesekali memanggil bapaknya sambil berkata “nyeuri beteung, nyeuri beteung (sakit perut,sakit perut,red).

Susanto, sang bapak yang menawarkan ginjalnya seharga Rp1,2 miliar, hanya mampu memandang nanar anak semata wayangnya sambil sesekali mengelus kepalanya.
“Iya,dari malem Arian dirawat,karena kondisinya menurun,” kata Susanto kepada FBN, seraya mengatakan, yang mengantar ke RSUD Banten adalah petugas Dinsos Pandeglang.

Susanto juga meminta kepada pihak RSUD Banten, agar tim dokter rumah sakit milik Pemprov Banten tersebut merawat dengan baik anaknya.
“Sebenarnya kasus seperti anak saya ini bukan sekali ini saja terjadi. Sudah banyak, namun rata-rata kurang perhatian oleh pemerintah,”, ujarnya.
Direktur RSUD Banten, drg Dwi Hesti Hendarti saat memantau Adrian mengatakan, bahwa saat ini Adrian dirawat di RSUD Banten untuk dipulihkan dulu kondisi umumnya. Sebab, lanjut Dwi, kondisi Adrian semakin menurun.
“Kita pulihkan dulu kondisi umum kesehatan Adrian. Karena untuk melakukan pengobatan yang diderita Adrian, memerlukan kondisi kesehatan yang lebih baik,” kata Dwi.
Dwi juga mengungkapkan, bahwa Adrian menderita penyakit kanker hati atau Hepatitis B yang sudah kronis. “Jika untuk operasinya kami belum mampu melakukan. Karena hal itu memerlukan dokter dan peralatan khusus. Jadi kemungkinan kami rujuk dan siapkan surat rujukanmya, “terang Dwi.
Untuk diketahui, Adrian sudah hampir dua tahun menderita sakit. Ibunyaa pergi jadi TKW ke Taiwan dengan harapan bisa membantu pengobatan. Lantaran suaminya bekerja hanya sebagai buruh tani.
Adrian membutuhkan dana Rp1,2 miliar untuk pengobatan. Sehingga hal tersebut mendorong bapaknya, Susanto, nekat menawarkan ginjalnya. Demi sembuhnya sang buah hati. (LLJ)

Copyright @2018 FBn