Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kolak Radio hingga Kontol Sapi Warnai Milad Komunitas Bahasa Jawa Serang 2017
Wakil Walikota Serang Sulhi Choir., saat memberikan sambutan Milad ke 7 BJS.

Kolak Radio hingga Kontol Sapi Warnai Milad Komunitas Bahasa Jawa Serang 2017

Serang, fesbukbantennews.com (21/11/2017) – Aneka kuliner khas Serang dan Cilegon mewarnai festival kuliner dalam rangka milad komunitas Facebook Bahasa Jawa Serang (BJS) yang ke 7 di Kali Talang, Taktakan ,Kota Serang, Minggu (19/11/2017).

Wakil Walikota Serang Sulhi Choir., saat memberikan sambutan Milad ke 7 BJS.

Aneka makanan seperti Jejorong, Ratu Ban, Awug-awug, Nasi Syekh, kontol sapi hingga Kolak Radio mewarna festival tahunan tersebut. Bahkan Kolak radio dan kontol sapi adalah kuliner yang Pertama Kali habis oleh ratusan pengunjung.

Selain festival kuliner , dalam milad juga ditampilkan marawis yang dimainkan oleh anggota BJS dan berbahasa jawa serang.

Bahkan tak ketinggalan ,di awal acara, komunitas Yang didirikan untuk melestarikan bahasa, budaya dan kuliner ,memberikan santunan terhadap anak yatim dhuafa di sekitar lokasi acara.

Dan tentunya, meskipun dana untuk menggelar acara tersebut bukan Dari APBD, tetap meriah.Meskipun sepi dari media.

Hadir dalam kesempatan tersebut, wakil Walikota Serang Sulhi Choir, mantan ketua DPRD Kota Serang Subadri Ushuludin dan anggota DPRD M Ali Soero.

Sulhi Choir dalam sambutannya mendorong masyarakat, khususnya anak muda untuk tidak malu menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari. Menurutnya, bahasa ibu merupakan identitas dan khasanah budaya.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan. Tak perlu malu ngomong pakai bahasa Jawa Serang,” kata Sulhi.

Sulhi Juga mengatakan, Pemkot Serang melakukan berbagai upaya untuk turut serta mempertahankan bahasa Jawa Serang. “Di Kota Serang sudah dijadikan mulok dibsekolah-sekolah,” ujarnya.

Senada dikatakan Mantan Ketua DPRD Kota Serang Subadri Ushuludin, dirinya sepakat agar masyarakat tidak perlu malu untuk bertutur dengan bahasa lokal.

“Dalam acara apapun, saya usahalan kalau hadirinnya mayoritas berbahasa Jawa Serang ya saya pasti ngomong bahasa Jawa Serang. Jangan merasa kampungan dengan menggunakan bahasa Jawa Serang,” ungkapnya.

Tb A Fauzi, salah satu admin Komunitas BJS menyatakan bahwa selain berupaya melestarikan bahasa daerah, Komunitas BJS juga turut serta dalam upaya pelestarian makanan tradisional, dolanan, serta menumbuhkembangkan kepedulian sosial.

Pada acara milad BJS ini, panitia melakukan pemutaran film berbahasa Jawa Serang berjudul Golok, serta lelang lukisan karya sesepuh BJS Abah Uki. Yang hasilnya 70 persen didonasikan untuk pendirian rumah singgah pasien miskin di Kota Serang. (LLJ)

Copyright @2016 FBn