Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kisah Pilu 3 Anak Sejak Ibunya Meninggal Akibat Ditembus Peluru Nyasar

Kisah Pilu 3 Anak Sejak Ibunya Meninggal Akibat Ditembus Peluru Nyasar

Pandeglang,fesbukbantennews (16/3/2015) – Ridwan Saputra (1,5) anak ketiga Titin Komariah (35) korban diduga peluru dari petugas kepolisan Metro Jakarta Barat ini terpaksa menggunakan susu kemasan untuk mengganti Air Susu Ibu (ASI).

Tiga anak yang ibunya tewas ditembus peluru nyasar.(fbn)

Tiga anak yang ibunya tewas ditembus peluru nyasar.(fbn)

“Sama keluarganya ridwan terpaksa netenya (ASI) diganti dengan susu kaleng dari warung” kata salah seorang tetangganya Ujang Soenarto.

Ketiga anak korban tampak tetap ceria dan bermain bersaama teman temannya di Kampung Ciseukeut Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang yang di dominasi area persawahan di sekitar rumahnya walaupun ibunya sudah tiada.

Tetap saja tampak rasa kehilangan sosok seorang ibu yang biasa mengurus ketiga setiap pagi memberikan sarapan dan tidur bersama di rumahnya yang hanya beralaskan tanah berdinding bambu beratapkan daun kelapa yang dianyam.

Ridwan yang terbiasa dalam gendongan Titin untuk sekedar tidur agar tidak menangis kini hanya dibuatkan ayunan dari sarung oleh keluarganya dibagai tengah rumahnya yang juga bersebelahan dengan kandang kambing.

“Biasanya (Ibu) bikinin sarapan ikan kalau setiap pagi” kata Samsul  Bahri anak pertama korban yang kini duduk dibangku kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.

Karena pada saat kejadian Titin ingin membuatkan sarapan sayur jamur yang tidak biasa korban buat untuk ketiga anaknya dan suaminya, Titin bahkan menanyakan kepada suami malam sebelum peristiwa penembakan.

Namun kini sudah tidak ada lagi yang akan membuatkan sarapan Samsul Bahri sebelum berangkat sekolah, Cece Hermawan serta Ridwan setiap paginya.

Kelurga ini hidup dalam kekurangan, untuk menghidupkan keluargannya Dede hanya sebagai petani yang mengurusi lahan swah milik orang lain, serta mengurus hewan ternak kambing yang kandangnya bersebelahan dengan rumahnya sehingga harum tidak sedap muncul setiap hujan turun kedalam rumahnya.

“Untuk pendapatan sehari-hari mereka tidak jelas. Rumahnya yang dari bilik bambu tidak ada fasilitas elektronik. Sementara listrik, masih menumpang di tetangga,” ujar Ujang

Suami korban Dede hanya meminta kepada pihak kepolisian agar mengsust tuntas yang sudah merenggut sosok istri dan ibu dari ketiga anaknya.

“Saya ngga bisa apa apa, Pak Kapolda sudah janji banyak sama saya, saya pasti akan menagih janji itu termasuk mengusut sampai tuntas” katanya

Janji pihak kepolisian untuk menyekolahkan anaknya, memperbaaiki rumahnya serta akan mengusut tuntas hingga pelaku dihukum seadil adilnya.(dhow/LLJ)

Copyright @2016 FBn