Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kesal Sering Dimarahi, Murid Bacok Guru

Kesal Sering Dimarahi, Murid Bacok Guru

Tangerang,fesbukbantennews.com (8/10/2015) – Seorang siswa SMK Yayasan Darussalam, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang, tega bacok dua gurunya hingga kritis. Siswa bernama AFP (16) kesal karena sering dimarahi sang guru di depan teman-temannya.

SMK Darussalam Panongan

SMK Darussalam Panongan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembacokan tersebut terjadi pada Selasa, 06 Oktober 2015 sekitar pukul 22.00 wib di dalam rumah Sri Astuti (45) yang menempati rumah dinas yayasan Darussalam di Jalan Samiru, Kampung Bubulak, RT 01/03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tersangka, AFP, masuk secara diam-diam dengan cara memanjat pohon yang berdekatan dengan rumah tersebut, kemudian membongkar pintu depan rumah korban.

Awanya, pihak kepolisian menduga percobaan perampokan di rumah yayasan. Namun, ketika petugas Polsek Panongan melakukan olah TKP, dari pengamatan dan analisa saat itu tidak sama sekali ditemukan petunjuk bahwa telah terjadi peristiwa perampokan.

“Tidak mengarah ke perampokan, keadaan rumah rapih, tidak ada benda yang hilang,” ujar Kapolsek Panongan, AKP Kosasih, Rabu (07/10/2015).

Tapi dua korban yakni Sri Astuti (45) yang berprofesi sebagai guru atau PNS mengalami dua luka bacokan benda tajam di kepala samping kiri dan atasnya.

Sementara anaknya Muryanah (23) yang juga berprofesi sebagai guru juga menderita luka bacok di bagian kepala belakang, lengan, hingga jarinya hampir putus. Hingga kini, Muryanah masih tergolek kritis di RS Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Hingga akhirnya, polisi mencurigai AFP sebagai tersangka dari keterangan Sri Astuti yang tak mengalami luka parah. Petugas pun langsung menuju rumah tersangka yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat kejadian dan langsung mengamankan pelaku yang tengah tertidur lelap.

Berdasarkan keterangan yang didapat, sebelumnya pelaku membuka kamar tidur korban Muryanah yang sedang dalam keadaan kosong. Lalu pelaku mengetuk pintu kamar korban Sri Astuti. Karena takut, korban Sri Astuti dan korban Muryanah diam saja di kamar. Namun dengan sekuat tenaga, pelaku mendobrak kamar.

“Setelah pintu kamar terbuka, pelaku tanpa basa basi terus membacok korban Muryanah secara membabi buta,” terangnya.

Sri Astuti yang mencoba berusaha menolong anaknya itu, justru kena juga sabetan golok pelaku sebanyak dua kali dan mengenai kepala. AFP mengaku tega melakukan aksi tersebut lantaran dendam dengan gurunya Muryanah yang kerap memarahinya di depan teman-teman di sekolah dan malu terhadap teman-temannya.
Saat melakukan aksinya, Fahmi yang kini telah diamankan petugas kepolisian setempat itu menggunakan penutup wajah untuk menghindari agar jangan sampai ada yang mengenalinya.
“Berdasarkan keterangan pelaku, dia kesal dendam sebab Muryanah sering kali memarahinya bila terlambat masuk dan tidak mengikuti pelajaran dengan baik,” tegasnya.(dhyie/LLJ)

Copyright @2016 FBn