Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kembangkan Usaha, Dekopinwil Banten Majukan UMKM
rapat kerja Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten di Aula Tb Suandi, Senin (30/07/2018).

Kembangkan Usaha, Dekopinwil Banten Majukan UMKM

Serang,fesbukbantennews.com (31/7/2018) – Ketua Koperasi Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, demi meningkatkan kinerja secara optimal koperasi provinsi Banten akan memperbaiki sistem manajemen internal dengan memanfaatkan tekhnologi yang sudah berkembang saat ini. Hal itu, dikatakannya setelah membuka rapat kerja Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten di Aula Tb Suandi, Senin (30/07/2018).

rapat kerja Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten di Aula Tb Suandi, Senin (30/07/2018).

Tatu menjelaskan, koperasi menjadi besar jika bergerak secara optimal di sektor rill dan bukan hanya di usaha simpan pinjam. “Dekopinwil Banten sedang mencoba agar koperasi di Banten memiliki toko on-line. Semua kita upayakan, kita ingin melihat usaha koperasi di banten ini berkembang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, Dekopin Provinsi Banten mempunyai program fasilitasi warung serba ada (waserda) koperasi menjadi toko ritel modern dinamakan coop-mart dan saat ini membentuk 12 coop-mart yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Banten. “kemampuan coop-mart akan terus kita fasilitasi agar lebih maju lagi baik teknologi informasi, SDM maupun jaringan supplier untuk ketersediaan barang,” tutur Tatu yang juga menjabat Bupati Serang

Dia juga menambahkan, peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Diskoperindag Provinsi Banten dibutuhkan untuk mendukung program yang dijalankan Dekopinwil melalui sinergitas program. “Kita sebagai organisasi mitra pemerintah mendukung program malalui sinergitas yang dilakukan dan dalam penganggaran juga kita serahkan keputusan pemerintah untuk menyediakan anggarannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Dekopin, Agung Sujatmoko mengatakan, Koperasi harus melakukan perubahan melalui modernisasi manajemen. Pasalnya, kasus anggota yang tidak bayar iuran dan uang anggota yang dibawa pengurus karena sistemnya yang tidak modern.” Penggunaan aplikasi dan kelayakan usaha juga harus diperhatikan agar koperasi yang dibangun berkualitas,” ujarnya.

Ia juga meminta, koperasi bisa merekrurt minimal 2500 anggota agar koperasi tersebut bisa berkualitas dan mensejahterakan masyarakat sekitar. Pasalnya, mayoritas koperasi berdiri tanpa ada usaha dan hanya mengandalkan simpan pinjamm “Koperasi tak mesti banyak yanh penting berkualitas. Setidaknya, koperasi tersebut bisa membuat warga sekitar terbantu dengan adanya keberadaannya,” imbuhnya. (Mat/bknADV/LLJ)

Copyright @2016 FBn